+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com
+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com

Day

Juli 25, 2016

Berlibur Ke Lombok? Tentu, kalau pulang tidak boleh melewatkan membawa buah tangan alias oleh-oleh khas Lombok. Sebenarnya banyak oleh-oleh khas lombok, tetapi ini tiga yang menjadi favorit pengunjung untuk dibawa pulang.

1. Gerabah Banyumulek Pemilik Nilai Ekstetika Tinggi

gerabah banyumulek

Di Desa Banyumulek kamu akan menemukan beberapa galeri dengan koleksi gerabah yang bervariasi dan lengkap. Tak hanya itu, kamu juga bisa belajar membuat gerabah langsung didampingi para pengrajin. Pasti liburanmu menjadi semakin seru. Walaupun tanganmu akan kotor oleh tanah liat tetapi pasti akan menjadi kenang-kenangan yang tak terlupakan dan tentu bisa kamu ceritakan kepada teman-temanmu di rumah.

Gerabah Banyumulek terkenal cantik. Kamu bisa menemukan gerabah-gerabah dengan nilai ekstetika tinggi. Berupa hiasan atau pajangan dengan warna-warna cantik dan beraneka bentuk, desain, dan ragam. Dari mulai dua dimensi ataupun tiga dimensi. Di antaranya ada selao (gentong), kekete atau sigon (wajan), kemek (periuk), ceret, tong sampah, guci, asbak rokok, dan lain-lain. Kamu juga bisa menemukan sauvernir-souvenir pernikahan yang lucu-lucu di sini. Info lebih lengkap bisa dibaca di artikel Gerabah Banyumulek.

2. Anyaman Desa Baleka yang Cantik

anyaman Khas Lombok

Di Desa Beleka inilah salah satu pusat souvenir khas Lombok dan tertua di Lombok. Di desa ini, matamu bakalan berbinar-binar melihat berbagai pernak-pernik anyaman. Soalnya, hampir seluruh penduduk desa ini berprofesi sebagai pengrajin anyaman. Perlu kamu tahu juga, kerajinan anyaman di desa ini sudah turun termurun diwariskan jauh sebelum Pulau Lombok seterkenal ini. Bisa kamu bayangkan, betapa kerennya hasil anyaman di desa ini, kan?

Di Desa Baleka Lombok kamu akan menemukan berbagai souvenir yang terbuat dari anyaman. Anyaman ini sebagian besar berbahan dasar ketak (sejenis mendong) dan rotan. Kerajinan itu antara lain tas cantik, pernak-pernik dekorasi ruangan, hiasan dinding, perlatan rumah tangga, vas bunga, piring buah, dan masih banyak lagi. yang paling dicari oleh wisatawan adalah Cupu, yaitu sebuah wadah berbentuk bulat yang biasanya dipakai untuk menyimpan tembakau dalam upacara tradisional bendulang. Info lebih lengkap bisa dibaca di artikel Anyaman Desa Baleka

3. Mutiara Lombok

mutiara-laut

Daerah yang bisa kamu datangi untuk menemukan Mutiara Lombok adalah sekitar daerah Sekarbile untuk melihat pembuatan perhiasan dari mutiara hitam. Di daerah Sekarbile kamu juga bisa melihat pengrajin emas dan perak. Tentu tidak hanya melihat pembuatannya, kamu juga harus membelinya. Di tempat ini kamu bisa membeli dengan harga yang beragam. Harga beragam itu tergantung dengan besar kecilnya mutiara dan kesulitan membuatnya. Lebih baik kamu melihat-melihat beberapa toko mutiara, agar kamu bisa memilih mutiara yang cocok untuk kamu. Dan tentu dengan harga penawaran yang sesuai juga dengan keinginanmu.

Jangan salah, produk mutiara Lombok ini sangat berkualitas. Sampai-sampai bukan hanya dijual di Lombok saja tapi juga diekspor ke mancanegara. Makanya jangan sampai kelewatan untuk membeli mutiara Lombok sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang. Untuk info lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel Mutiara Lombok.

By Zahratul Wahdati

Tempat ibadah memang memiliki atmosfer kuat untuk menenangkan dan mendamaikan jiwa. Tak hanya menyajikan nuansa spritual saja, namun juga nuansa keindahan bangunannya. Di Pura Pengsong Lombok kamu bisa merasakan kedua nuansa tersebut.

Sedikit mengenai asal nama pura ini. Pura Pangsung berasal dari “Pengsung” diambil dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti tempat untuk meminta berkat (dari Sang Hyang Widhi. Masyarakat setempat menyakini pura ini adalah tempat sangat dekar dengan Sang Pencipta. Sehingga, kamu akan menemukan pemeluk agama Hindu sembayang setiap hari bukan hana hari raya saja.

Ada nama lain dari pura ini yaitu Pura Gunung Pengsong, ini dinamai oleh Suku Sasak. Dalam bahasa setemapat, kepeng atau disingkat peng berarti koin, dan song berarti berlubang. Sehingga pengsong memiliki arti koin berlubang. Hal itu karena sebelumnya pura didirikan ditemukan harta karun berupa koin emas di bukit ini. harta karun tersebut merupakan harta karun peninggalan jepang yang dikubur.

Pura Pangsung berdiri sejak tahun 1514. Sejarah berdirinya pura ini terteulis dalam buku yang dibuat dari daun palem. Untuk melihat isinya, harus dilakukan pada hari tertentu dan harus ada upacara juga karena buku itu sangat disakralkan. Namun, dari penjaga pura, Pura Pangsung didirikan oleh seorang pendeta dari Geria Pendem, karangasem, Bali bernama Ida Bethara Wayan Sebali dan merupakan pura tertua di Lombok.

Di Pura Pangsung kamu akan ditemani suasana yang asri dan sejuk membuatmu nyaman dan damai. Di kawasan ini terdapat banyak sekali pepohonan. Termasuk beberapa pohon beringin berumur ratusan tahun yang tampak mistis dan misterius. Kamu juga akan menemukan kera-kera yang berlompatan dari ranting ke ranting. Di depan pura, kamu bisa memberi makan kera-kera lucu dan jinak tersebut.

Sebelum kamu memasuki kawasan ini, kamu harus pastikan pakaianmu sopan. di pura pangsung kamu akan menggunakan selendang khusus untuk mengunjung yang diikat melingkar ke pinggang. Nah, bagi kamu wanita yang sedang halangan kamu tidak diperbolehkan masuk ke kawasan ini. jangan membawa makanan atau merokok di area pura. Waktu untuk berkunjung usahan sebelum pukul 6 sore. Harga tiket gratis. Waktu terbaik untuk berkunjung: Pagi jam 08.00-12.00 WITA, Sore jam 15.00-17.00 WITA.

Sudah tidak sabar untuk menggunjungi Pura Pangsung? Pura Pangsung bisa kamu tempu sekitar 40 menit dari Kota Mataram dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun ojek. Kamu bisa menempuh jalur atau rute sebagai berikut Mataram-Gomong-Ring Road Selatan-Desa Perampuan-Pengsong atau rute Mataram-Cakranegara-Dasan Cermen-Bagek Polak-Perampuan-Pengsong. Pura ini terletak di Desa Kuranji, Kabupaten Lombok Barat.

  By Zahratul Wahdati

Kamu sudah pernah melihat perkampungan yang isinya rumah adat tradisional? Nah, di Desa Segenter kamu akan menemukan rumah tradisional Lombok. Pemukiman rumah tradisional lombok ini akan mengenalkanmu ilmu tata ruang suku Sasak yang terkenal sejak zaman lampau.

Seperti yang kamu tahu, kebudayaan memegang peran penting dalam pembuatan rumah adat. Sebenarnya, ada dua tempat di Lombok yang memiliki pemukiman adat suku Sasak, yaitu di Desa Adat Sade  di Lombok bagian Selatan dan Desa Adat Segenter di Lombok bagian Utara.

Untuk mengungunjin Desa Segenter kamu bisa melalui jalur Pantai Barat Pulau Lombok. Jaraknya sekitar 90 kilometer dari Kota Mataram. Rutenya jika kamu menggunakan kendaraan pribadi adalah Mataram-Senggigi-Pemenang-Tanjung-Selengen-Segenter. Saat sampai di KM 97 kamu akan menemukan rambu jalan yang menunjukan arah ke Seda Segenter. Sebuah Desa yang letaknya tidak jauh dari Desa Bayan.

Desa Segenter ini luasnya sekitar 3 hektar dan dikelilingi oleh pintu. Ketika kamu memasuki pemukiman adat ini, kamu akan melihat deretan rumah yang tertata rapi. Deretan rumah tersebut mengapit deretan berungak yang berada di tengah.

Rumah adat Lombok ini hanya memiliki satu pintu. Berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 6×7 meter. Didingnya terbuat dari anyaman bambu. Beratap berbentuk limas dengan atap ilalang. Lantai rumahnya dari tanah. Ruangan di dalamnya terdiri dari Amben Belek (tempat peralatan dapur), tempat tidur, dan inan balek.

Di Desa Segenter biasanya satu area merupakan rumah satu keluarga atau satu generasi. Rumah orangtua berada di sisi Timur, sedangkan anak-anaknya menempati rumah yang terletak di depan rumah orang tua (di sisi barat).  Kedua rumah ini akan saling berhadapan dengan berungak di tengah-tengahnya. Berungak ini berfungsi untuk tempat bercengkrama antara orangtua dan anak. Serta menjadi tempat belajar bersama dan menerima tamu.

Di Desa Segenter ini terdapat sekitar 81 eumah adat, yang ditinggali 101 keluarga. Untuk mengunjungi Desa Segenter yang lokasinya berada di Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Barat ini lebih baik kamu mengunakan mobil sewaan, sebab angkutan umum minim sekali. Waktu berkunjung yang baik adalah pukul 08.00 atau sore hari sekitar 16.00 WITA. Disarankan lagi kamu menyewa jasa penduduk untuk memandu dan tempat bertanya-tanya. Dan, kerennya untuk memasuki kawasan keren ini tidak dipunggut biasaya alias gratis.

By Zahratul Wahdati

Kadang kamu merasa penat dan bahkan ingin melarikan diri dari aktivitas dan kerjaanmu yang padat. Teluk Ekas Lombok bisa jadi solusi tempatmu untuk melarikan diri. Di teluk yang cantik dan tenang ini akan membantumu untuk memulihkan semangat hidupmu.

Di Teluk Ekas kamu bisa tinggal di rumah sederhana para nelayan. Merasakan kesederhanaan penduduk, dan tentu pesona alam Teluk Ekas yang membuatmu selalu tersenyum. Seperti mengajakmu untuk menarik napas dan melepaskan kepenatan. Kecantikan Teluk Ekas bisa kamu nikmati dengan sempurna. Dari mulai pasirnya yang putih dan bekilau. Di Teluk Ekas kamu bisa menjelajah kecantikan pantai-pantainya. Seperti Pantai Sawung, Pantai Planet, Pantai Batunampar, Pantai Surga, dan Sebagainya.

Ketika kamu memandang ke diding timur, kamu akan menemukan tebing karang yang terpahat indah oleh alam dan tampak megah. Sedangkan jika kamu memandang sebelah selatan kamu akan menemukan titik tertinggi di Pulau Lombok yaitu Gunung Rinjani yang agung.

Teluk Ekas sungguh akan memulihkan semangat hidupmu, airnya yang tenang, jernih, dan ombaknya yang lembut mengajakmu untuk bermain. Kamu bisa berenang, memancing, dan snorkling dengan bebas. Akan tetapi, kamu harus membawa peralatan tersebut dari rumah.

Di Teluk Ekas kamu akan menemukan 50 pondok apung dengan sampan yang bersandar di sampingnya. Pondok itu merupakan tempat nelayan menangkarkan ikan kerapu dan udang. Kamu bisa melihat aktifitas mereka menangkarkan ikan dan udang-udang itu.

Teluk Ekas benar-benar sangat cocok sebagai tempat melarikan diri sejenak. Soalnya wilayah ini terpencil dan sangat tenang. Akan tetapi fasilitas di tempat ini kurang, jadi kamu harus mempersiapkannya sendiri. Kamu juga bisa mendirikan tenda ataupun menginap di rumah nelayan setempat. Selain melihat pantai kamu juga bisa mengunjungi danau air asin. Danau ini berada di sepanjang Jerowaru Lauk dan dikelilingi hutan bakau. Di danau ini bukan hanya bisa menikmati keindahan alamnya, kamu juga bisa melihat atifitas masyarakat membuat garam. Mengunjungi teluk ini kamu tidak dipunggut biaya sama sekali.

Untuk mencapai Teluk Ekas kamu harus menempuh jarak sekitar 75 kilometer dari Kota Mataram. Teluk ini berada di sebelah tenggara Kota Mataram tepatnya di Desa Ekas, Kecamatan Jero Waru, Lombok Timur. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi diutamakan sepeda motor, karena tranportrasi umum menuju Teluk Ekas sangat jarang. Kamu bisa menempuh rute menuju Teluk Ekas sebagai berikut jalur Mataram-Cakranegara-Kediri-Praya-Mujur-Ganti-Keruak-Jerowaru-Ekas.

By Zahratul Wahdati

 

Kamu suka dengan kain tenun kamu bisa mengunjungi Desa Pringgasela Lombok. Apalagi buat kamu yang suka mengoleksi kain-kain khas Indonesia, kamu bisa menambah koleksimu kain khas Lombok yaitu Tenun Desa Pringgasela Lombok.

Di desa ini kamu bisa berkeliling dan kamu akan menemukan wanita-wanita yang asik dengan alat tenun tradisional di depan rumah mereka. Kerajinan yang dihasilkan oleh mereka adalah kain tenun dan songket tenun.

Kamu juga akan menemukan salah satu bagian kebudayaan kearifan lokal Desa Pringgasela. Yaitu bagi seorang gadis di Desa Pringgasela, menenun merupakan kewajiban yang harus dikuasai. Karena sebelum menikah, seorang gadis harus membuat sebuah tenunan untuk calon suaminya nanti.selembar kain itu menjadi simbol cinta dan kepatuhan. Benar-benar budaya yang sangat manis, bukan?

  Di Desa Pringgasela kamu bisa belajar dari awal penenunan sampai jadi kain tenun. Dari mulai memintal benang, mengikat benang untuk mendapatkan motif, pewarnaan, hingga menenun. Wanita di Desa Pringgasela melakukan aktifitas menenun ketika pekerjaan rutin mereka di rumah selesai, jadi mereka memanfaatkan waktu luangnya untuk menenun.

Budaya tradisional akan kamu rasakan ketika wanita Desa Pringgasela sedang menenun. Dari mulai peralatan menenun yang masih sederhana, ada yang besar dan ada yang berukuran kecil. Nah, kalau untuk menghasilkan kain tenun ikat dibutuhkan alat tenun besar. Sedangkan untuk menghasilkan tenun songket biasanya menggunakan alat tenun berukuran kecil.

Untuk menghasilkan motif rumit biasanya peralatan tenun yang digunakan sekitar 15 alat. Kalau untuk proses pewarnaan, terasa sekali budaya mereka, karena mereka masih menggunakan pewarna alami. Perwarna tersebut dihasilkan dari dedaunan dan kayu-kayuan. Hal inilah yang menjadi keistimewaan tenun desa pringgasela sehingga menjadikan tenun tersebut sangat berkualitas. Tak heran, kain tenun Desa Pringgasela terkenal sampai ke luar Lombok.

Kecantikan kain tenun itu mencerminkan betapa sabarnya para wanita penenun, yang setia bersama alat tenunnya sekitar 3 minggu sampai 1 bulan untuk mengerjakan kain tenun tersebut. Kain tenun yang paling diminati dan pasti kamu juga akan berminat membelinya adalah kain tenun motif khas suku sasak. Seperti primitif, sarinadi, dongket sunda, dan songket lembe. Harga kain tenun ini bervariasi. Dari mulai Rp. 200.000 sampai jutaan.

Desa Pringgasela bisa kamu kunjungi sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Mataram, menempuh sekitar 54 kilometer menggunakan kendaraan pribadi. Rutenya sebagai berikut rute Mataram-Cakranegara-Narmada-Sedau-Mantang-Kopang-Terara-Sikur-Masbagik-Pringgasela. Kamu juga bisa naik angkutan dengan jurusan Mataram-Bertais (Rp. 3.000,- per orang). Kemudian dilanjutkan dengan jurusan Bertais-Masbagik (Rp. 10.000,- per orang).

By Zahratul Wahdati

Tradisi di Lombok memang unik-unik, ada tradisi pernikahan yaitu kawin culik atau kawin lari, dan ada lagi Tradisi Presean Lombok yang tak kalah unik. Tradisi Presean ini tempatnya kamu wahai para lelaki untuk adu mana yang lebih laki?

Tradisi Presenan ini bisa jadi salah satu keunikan Lombok yang bisa kamu lihat. Tradisi ini merupakan tradisi yang dilakukan oleh pemuda Lombok atau suku Sasak sebagai bentuk persembahan untuk menyambut tamu dan jadi bagian dalam aneka festival dan acara.

Sekilas tentang awal mula tradisi presean. Dulu saat Lombok masih berbentuk kerjaan, presean merupakan cara memilih prajurit tangguh di Lombok. Sebelum diterima jadi prajurit, meraka akan diadu ketangkasan dulu atau upacara adat dari luapan emosi para prajurit kerajaan sehabis menagalahkan lawan di medan perang.

Walaupun tradisi presenan akan membuatmu cukup ngeri karena berbau unsur kekerasan. Jadi awalnya, petarung atau disebut pepadu tidak disiapkan. Pepadu dipilih oleh Pakembar atau wasit dalam petarungan presean ini. Pepadu ini bisa saja kamu, karena pepadu dipilih dari penonton. Tapi tenang saja, kalau nyalimu masih labil kamu bisa menolah ketika dipilih oleh pakembat. Namun kalau kamu bersedia, kamu akan mengenakan kain tradisional dengan udeng dan bertelanjang dada. Kamu akan diberikan pecutan dari rotan dan perisai pelindung yang terbuat dari kulit kerbau tebal yang disebut ende.

Kamu atau pepadu lain akan bertarung di tengah lingkaran penonton atau manusia. Pertarungan ini akan dipimpin oleh dua pakembar, pakembar sedi atau wasit yang berada di pinggir lapangan dan pakembar tengaq yang berada di tengah lapangan. Pertarungan akan dilakukan beberapa ronde sesuai aturan yang diberikan pakembar. Untuk menentukan pemenang ada dua cara yaitu ketika salah satu dari anggota badan pepadu berdarah, maka pertarungan dianggap selesai, dan pepadu yang tidak mengeluarkan darah menjadi  pemenang. Dan yang kedua apabila pepadu bisa sama-sama bertahan dalam beberapa ronde, pemenang ditentukan berdasakan nilai tertinggi selama bertarungan dilaksanakan oleh pakembar sedi.

Kamu juga akan mendengar musik yang mengiringi tradisi ini yang disebut dendang presean. Musik ini ada tiga macam, ada yang dibunyikan ketika pakembar mencari pepadu, ada musik yang menjadi tanda kalau dua pepadu sudah siap, dan yang ketiga musik yang membangkitkan semangat perarungan.

Walaupun unsur kekarasan terasa, namun sebenernya filosofi tradisi ini untuk menyambung silahturahmi, persahabatan, dan sportifitas. Para pepadu tidak akan menaruh dendam karena tradisi ini tidak mencari lawan melainkan saudara.

By Zahratul Wahdati