+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com
+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com

Day

Juli 27, 2016

Kamu memang bakalan bingung ketika kamu mengunjungi Pulau Lombok. Terlalu banyak objek wisata yang ingin kamu jelajajahi satu per satu. Jangan sampai lewat Pantai Sire Lombok bakalan bikin kamu mengenang keindahannya seumur hidup.

Keistimewaan Pantai ini kamu bisa melihat pemandangan Gunung Rinjani dari pantai ini. Maka tidak salah kalau pantai ini menjadi salah satu tempat populer liburan wisatawan domestik. Selain kamu bisa melihat Gunung Rinjani dari Pantai Sire, kamu juga bisa menikmati keeksotisan pantai in. Kamu bisa berjalan-jalan menyusuri garis pantai yang bisa dibilang panjang, sekitar 2,8 kilometer. Garis pantai ini berbentuk lengkungan berlekuk-lekuk. Pasirnya tidak terlalu putih namun lembut. Didukung perairan yang tenang dan jernih, cocok untuk melakukan aktivitas air.

Aktivitas air yang bisa kamu coba seperti snorkeling, olahraga cano, berenang, dan lain-lain. Di tempat ini terdapat penyewaan alat snorkeling. Ketika sore hari, kamu bisa memancing dan tentu menikmati sunset yang super menakjubkan dan tidak ada tandingannya.

Kalau kamu ingin berenang lebih baik gunakan jaket pelampung agar lebih aman. Namun, di pantai ini tidak terdapat penyewaan pelampung jadi kamu harus membawa dari rumah.

Di pantai ii banyak terdapat pohon kelapa, jadi cukup membuat pantai ini menjadi sejuk. Terdapat juga beberapa penginapan yang menghadap ke pantai yang bisa kamu pilih. Enaknya menginap kamu bisa sepuasnya menikmati senja dan matahari terbit keesokan harinya.

Jika kamu ingin mengunjungi pantai ini kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi. Perjalanan akan memakan waktu kira-kira 1 jam dari kota Mataram. Menempuh jarak 43 kilometer. Rute yang bisa kamu lewati sebagai berikut Mataram-Ampenan-Senggigi-Bukit Malimbu-Pemenang-Sire, atau kamu juga bisa menggunakan jalur Gunung Sari-Sidemen-Pusuk-Pemenang-Sire.

Kedua jalur ini memiliki keistimewaan masing-masing. Jika kamu melewati Jalur Pantai Senggigi kamu akan disuguhkan pemandangan pesisir Barat Pulau Lombok. Berbeda jika kamu melalui jalur yang lain, kamu akan menemukan hutan dengan kerimbuan pohon dan kamu juga bisa berhenti untuk memberikan makan untuk kera-kera di hutan Pusuk. Jadi, kalau kamu ingin melihat pantai di sepanjang jalan lewat jalur senggigi, sedangkan jika kamu ingin melihat hutan lewat jalur yang satunya.

Mengunjungi Pantai Sire tidak dipungut biaya alias gratis. Fasilitas yang ada di sini antara lain hotel, musola, persewaan peralatan air, sewa ban, sewa kano, sewa perahu, lahan parkir, dan ada juga toilet.

By Zahratul Wahdati

Liburan ke Lombok jangan lupa beli oleh-oleh khasnya. Salah satunya adalah Kain Tenun Desa Sukarara Lombok. Di desa yang letaknya di Kecamatan Jonggat, Lombok Utara ini, kamu akan mendapati moyaritas penduduknya mengoprasikan alat tenun. Dan Desa Sukarara memang menjadi destinasi liburan khususnya untuk kamu yang ingin mengenal lebih jauh budaya Lombok.

Di Desa Sukarara kamu akan melihat masyarakatnya asik dengan alat tenun sederhana. Alat tenun itu terbuat dari kayu dan cara pengoprasiaannya juga sederhana. Dari tangan-tangan terampil penduduk Desa Sukarara ini menghasilkan pakaian tradisional, taplak meja, selimut, dan selendang dengan motif-motif yang indah dan berkualitas. Kamu pasti akan terpesona melihat karya seni bernilai tinggi itu.

Di Desa Sukarara, dulu yang menenun hanya para wanita. Ini karena terdapat mitos kalau kaum pria mengerjakan tenunan makan pria itu akan mandul. Kemudian mitos itu mulai ditinggalkan karena kamu juga akan melihat para pria menenun di Desa Sukarara. Para pria mengerjakan tenunan ikat sedangkan wanita mengerjakan tenunan songket.

Bahan pembuatan kain tenun beberapa didatangkan dari Pulau Jawa seperti benang katun, nilon, sutra, benang perak, dan benang mersis. Nah, kalau bahan pewarna, kain tenun Lombok masih menggunakan bahan alami. Seperti kulit kayu mahoni, biji buah asam, daun sirih, dan kunyit.

Di Desa Sukarara, kamu akan menemukan berbagai jenis motif kain. Kamu bisa memilih motif yang kamu suka. Ada motif keker, serat penginang, cungklik, dan lain-lain. Yang paling disukai dan motif ikon Desa Sukarara adalah motif subahnala. Motif ini berasal dari kata subahanallah. Ini karena ketika para penenun menenun sering mengucapkan subahanallah. Ini merupakan motif dengan kesulitan tingkat tinggi sehingga memerlukan waktu cukup lama untuk membuatnya.

Untuk harganya, kamu bisa menemukan harga yang bervariasi. Mulai dari selendang dengan harga hanya Rp.25.000 saja sampai satu set pakaian tenun dengan harga jutaan. Kamu juga akan menemukan kain batik di sini dengan harga bervariasi juga.

Untuk mengunjungi tempat ini kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum. Ini jalur ketika kamu menggunakan kendaraan pribadi rutenya sebagai berikut Mataram-Cakaranegara-Kediri-Sukarara. Sedangkan jika kamu ingin menggunakan kendaraan umum, kamu bisa naik angkuran dengan jurusan Mataram-Bertais dengan membayar Rp. 3.000 dan melanjutkan perjalanan ke Desa Sukarara dengan menggunakan Cidomo dengan membayar Rp.5.000.

By Zahratul Wahdati