+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com
+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com

Month

September 2016

Berapa tarian asli Indonesia yang sudah kamu tonton atau kamu pelajari? Di setiap pelosok negara Indonesia kamu akan menemui tarian-tarian yang berbeda. Saking banyaknya tarian Indonesia, tentu tidak bisa kamu pelajari semuanya. Namun, kamu bisa untuk menontonnya dan mengangguminya. Nah, jika kamu sedang berwisata di Lombok atau memang tinggal di Lombok. Ada salah satu tarian yang harus kamu lihat. Namanya tarian tandang mendet.

Jika kamu ingin belajar atau sekedar menonton tarian tandang mendet, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu asal dan sejarah mengenai tarian ini, hal tersebut sudah dibahas di artikel sebelumnya. Kamu bisa klik di sini untuk membacanya.

Tarian penuh makna ini memiliki gerakan yang bisa dibagi menjadi dua gerak tari yaitu tari penambung yang memiliki maksud melepaskan doa-doa atau mantra-mantra untuk memperingati makhluk-makhluk yang ada di lingkungan tanah sembalun. Kemudian tarian kedua adalah tarian tombak yang dilakukan oleh prajurit yang gagah pemberani.

Dalam gerak tari tersebut, kamu perlu tahu makna-makna setiap gerakannya. Tarian tandang mendet ini dimulai dari keluarnya penari pembawa tameng dan memainkan tameng dan pedang yang dibawanya ini merupakan panglima. Makna dari tarian ini adalah bahwa Bumi Sembahulun masih belum memiliki penduduk, ayunan pedang ka atas lurus mengandung makna menujuk ke arah Tuhan YME atau rasa syukur. Sedangkan ayunan pedang ke bawah mengandung makna bahwa manusia berasal dari tanah.

Kemudian keluarlah penari pembawa tulup serta pembawa t yang melambangkan begitu ketatnya pengawalan terhadap panglima dalam mempertahankan alam dan lingkungannya. Kemudian dilanjutkan dengan keluarnya para prajurit.

Kamu akan melihat semua penari akan menari bersama-sama atau gerakan tari secara kolektif. Gerakan segitiga dari pembawa tombak merupakan simbol tujuh pasang suami istri yang hidup pada waktu itu. Terdapat juga gerakan baris dua lurus berbanjar melambangkan keselamatan dunia dan akhirat. Baris satu lurus di depan dan baris satu lurus ke belakang melambangkan bahwa dari zaman dahulu hingga kapanpun Pulau Lombok tetap lurus, polos, dan jujur.

Kamu juga akan melihat gerakan kerucung yang melambangkan Gunung Rinjani sebagai sumber mata air sepulau Lombok dan simbol bahwa kehidupan manusia itu ada tiga alam yaitu alam kandung, alam dunia, dan alam akhirat. Terdapat juga gerakan silang yang melambangkan kesatuan dan persatuan prajurit dalam mempertahankan keamanan dan kemakmuran masyarakat.

Gerakan satu baris lurus memanjang melambangkan pulau Lombok merupakan bumi yang masyarakatnya polos, lurus, dan jujur dalam menjalankan syariat agama. Gerakan yang terakhir gerakan bundar melambangkan kesatuan persatuan semua pihak ,kedamaian ,kesabaran,satu tujuan,satu keyakinan yaitu percaya kepada tuhan yang maha esa.sedangkan gerakan pembawa tameng mengelilingi prajurit di saat barisan bundar maksudnya melambangkan kegigihan pimpinan dalam melindungi dan menganyomi masyarakatnya serta lingkungannya.

Dari gerakan tarian tandang mendet ini kamu pasti bisa belajar mengenai kehidupan.

By Zahratul Wahdati

Di setiap daerah pasti punya jajanan khas ketika hari besar datang.  Di Lombok juga ada jajanan-jajanan khas yang harus ada ketika hari besar tiba. Salah satunya adalah Poteng Jaje Tujak. Nama jajanan ini lucu, ya? Makanan ini dibuat dari tape (poteng) dan Uli (Jeje Tujak, jika di Jawa biasa disebut tetel). Kamu pasti akan merasa keunikan jajanan ini. Rasanya manis dan dimakan dengan jaje tujak.

Tape atau poteng ini berbeda dengan tape biasanya. Bahannya menggunakan ketan putih Bontok yang kualitasnya bagus. Hal itu agar tape nantinya menjadi manis dan rasanya lezat. Harga ketan ini di pasar Mandalika Kota Mataram sudah mencapai Rp 15.000 per kilo. Dengan satu kilo ketan ini, kamu bisa menghasilkan satu loyang tape atau sekitar lima piring nasi. Ketan putih tersebut agar lebih cantik ditambahkan pewarna alami yaitu menggunakan daun suji sebanyak 10 lembar. Tentu kamu sudah tahu, daun suji akan memberi warna hijau yang cantik. Tidak hanya sebagai pewarna, daun suji juga menjadikan tape harum. Setelah bahan sudah di olah kamu tinggal mengukusnya sekitar 1,5 jam dalam dandang.

Setelah itu, keluarkan adonan tersebut kemudian diangin-anginkan di nampan sekitar satu jam. Proses pembuatannya masih cukup lama, setelah diangin-anginkan dan menjadi dingin, adonan tersebut dimasukan ke dalam panci dan ditaburi ragi agar terjadi frementasi. Ragi tersebut akan menghasilkan air dari tape ketan tadi. Setelah ditaburi ragi, adonan tersebut harus ditutupi dengan menggunakan daun pisang baru panci ditutup rapat. Untuk menikmati Poteng Jeje Tujaq ini kamu harus menunggu tiga hari dulu. Setelah sabar menunggu tiga hari, kamu bisa merasakan manis dan lezatnya poteng.

Poteng ini biasanya disajikan dengan jaje tujak. Membuatnya, juga menggunakan ketan putih bontok sekilo yang dikukus dengan parutan kelapa yang aggak muda setengah butir, ditambahi garam agar rasanya menjaddi gurih dan tidak hambar. Sama dengan poteng, jeje tujaq dikukus sekitar 1,5 jam, kemudian setelah matang langsung keadaan panas-panas ditumbuk di dalam geneng sampai lembut hingga mudah di bentuk di loyang. Setelah dibentuk dipotong-poteng sesuai ukuran yang diinginkan.

Pepaduan antara poteng dan jeje tujaq pasti akan membuat hari besar menjadi semakin ceria. Rasanya yang manis akan membuatmu jatuh cinta. Selamat mencoba jajanan tradisional khas Lombok ini.

By Zahratul Wahdati

Pencinta durian? Buah yang menjadi rajanya buah ini memang banyak peminatnya bahkan menggilanya. Nah, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ada buah durian yang unik. Namanya Durian Gundul Khas Lombok. Namanya memang unik. Nama itu dikarena buah durian khas lombok ini tidak memiliki duri seperti durian seperti biasanya.

Kamu pasti akan memperhatikan bentuk durian ini yang lucu, sebelum mencicipinya. Bentuk buahnya jika dilihat-lihat mirip dengan tempurung kelapa dengan ukuran sebesar buah melon. Bobot buah ini sekitar 800-900 gram. Bau harum durian akan terasa semerbak ketika durian gundul ini matang. Rasanya tentu saja mantap dan manis.

Ciri Khas Durian Gundul Khas Lombok

Buah durian ini memiliki kandungan gula sekitar 14-15 eerajat brix akan membuatmu ketagihan. Dagingnya memiliki tebal 0,5 cm, mirip daging buah durian lokal pada umumnya. Kamu pasti akan tergoda dengan warna daging buah durian gundul yang kuning terang dan memikat untuk segera disantap.

Buah durian gundul ini setiap tahunnya memiliki produktifitas cukup tinggi per pohonnya yaitu mencapai 200-400 kilogram. Tanaman durian gundul juga sangat pandai untuk beradaptasi di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 250 sampai 700 dpl.

Sekelumit tentang bagaimana tanaman durian gundul bisa tecipta yang bisa menambah wawasanmu. Tanaman durian gundul ini sebenarnya adalah tanaman durian yang mengalami mutasi bentuk. Mutasi bentuk ini bukan dibuat oleh manusia, tetapi secara alami oleh alam sehingga membuat duri-duri di sekujur buahnya tidak ada. Ketiadaan duri itu membuat kamu tidak akan terluka ketika mengelupas buahnya. Sehingga, menikmati buah durian gundul lebih mudah dibandingkan menikmati durian yang lain.

Durian gundul benar-benar tidak boleh kamu lewatkan jika mengunjungi Lombok. Sebab buah khas Lombok ini adalah salah satu buah yang terkenal dan ternama dengan rasanya yang super lezat dan nendang. Durian gundul yang cukup langka ini juga bisa kamu temui di Taman  Wisata Mekarsari. Di Taman Wisata Mekarsari para peneliti mengembangkan tanaman durian gundul yang unik itu.

Tetapi tentu jika kamu mengunjungi Lombok, tidak ada salahnya mencoba durian gundul ini. Memakan durian gundul dari tempat kelahirannya yaitu Lombok tentu akan lebih berkesan untuk liburanmu. Jangan lupa juga untuk share kepada teman-teman tentang keajiban buah durian gundul yang tidak memiliki duri ini. Dan tentu ceritakan juga kelezatan buah durian gundul yang membuatmu kangen untuk mencicipinya kembali.

By Zahratul Wahdati

 

Sudah pernah mencoba sate bulayak khas NTB? Jika kamu belum pernah mencoba kamu dapat membaca artikel sebelumnya, klik di sini. Kalau sudah kamu pasti akan ketagihan dan kangen untuk kembali menyantapnya, bukan? Tenang-tenang, kamu bisa kok membuat sate bulayak di rumah.

Kamu juga bisa membuatnya di rumah, berikut resepnya. Bahannya terdiri dari daging sapi  300 gr yang ditumbuk kasar kemudian dipotong kecil-kecil. Air jeruk nipis 1 sdm, parutan kelapa tua 100 gr, 100 gr kacang tanah yang ditumbuk halus, 1 sdm gula merah yang diserut, 200 ml santan kental, 25 tusuk sat, 10 buah bulayak atau lontong khas Lombok.

Sedangkan untuk bumbu hulusnya terdiri dari 15 cabai rawit, 6 butir bawang merah, 4 siung bawang putih, ¾ sdt merica sangrai, dan ¾ sdt garam.

Setelah sudah menyiapkan bumbu-bumbunya, tata terlebih dahulu di atas meja agar mudah ketika memasukannya ke dalam masakan. Langkah pertama, kamu harus melumuri daging sapi dengan air jeruk nipis, kemudian kamu diamkan selama 15 menit. Air jeruk nipis ini berguna untuk membuang amis pada daging. Kemudian, kamu harus mencampurkan daging sapi tersebut dengan setengah bagian bumbu halus dan kelapa parut lalu di aduk hingga rata.

Pastikan bumbu sudah rata sebelum menusuk daging sate dengan tusuk sate. Setelah di tusuk, sate bulayak tidak langsung dibakar namun dikukus terlebih dahulu selama 20 menit. Inilah rahasia agar bumbu tersebut meresap sempurna ke seluruh bagian daging. Setelah dikukus baru sate bulayak dibakar di atas arang batok kelapa hingga menjadi kecokelatan.

Untuk bumbu sambal sate bulayak ini, kamu harus memanaskan 3 sendok makan minyak goreng dan panaskan di dalam wajan, kemudian tumis bumbu hingga harum. Tambahkan kacang tanah, gula merah, dan tuangkan santan. Kamu harus mengaduknya hingga rata. Masak bumbu tersebut hingga mendidih dan kental. Lalu sambal tersebut dituangkan ke dalam piring kecil.

Piring kecil berisi bumbu itu disajikan di samping potong-potong lontong bulayak di atas piring. Jangan lupa taruh juga sate bulayak di atasnya. Makanlah bersama keluargamu, sambil bercerita kenangan-kenangan berlibur di NTB. Pasti sate bulayak yang lezat itu akan membuat hubungan keluargamu menjadi semakin erat. Semoga berhasil membuat sate bulayak di rumah, ya!

By Zahratul Wahdati

Sate Khas Lombok

Siapa yang tidak kenal sate? Makanan ini selalu menjadi favorit dan memiliki banyak penggemar. Mungkin kamu salah satunya, bukan? Jika kamu sedang berlibur di NTB selain kamu harus mencoba Ayam Taliwang, kamu juga harus mencoba sate bulayak. Sate ini terbuat dari daging sapi yang dilumuri bumbu khas Lombok yang hmmm lezat dasyat. Sate bulayak ini biasa disajikan dengan lontong bulayak.

Dasyatnya kelezatan sate bulayak ini, salah satunya dari bumbunya yang kaya. Bumbu bulayak ini terbuat dari kacang tanah yang disangrai dan ditumbuk, kemudian direbus dengan santan dalam jumlah dominan. Setelah itu, dicampur dengan aneka rempah-rempah dan bumbu lain seperti bawang, ketumbar, jintan, dan cabai. Daging sapi ataupun jeroan kemudian dilumuri bumbu kemudian di bakar di atas arang batok kelapa. Aroma khas sate yang harum akan membuatmu menelan ludah dan semakin mengaktifkan bunyi perutmu.

Setelah sate matang, sate ini kemudian dikucuri jeruk nipis dan di sajikan dengan sambal. Menghidangkan sate bulayak ini, penjual tidak akan memberikan garpu atau sendok. Jadi, kamu harus memakannya dengan tangan, mencocol sate ke dalam bumbu juga harus menggunakan tangan. Makan dengan tangan akan membuat kelezatan semakin meningkat, kamu harus percaya itu!

Sate bulayak ini seperti yang sudah disebutkan tadi, disajikan dengan lontong. Tetapi lontong ini berbeda dengan lontong biasa. Lontong bulayak ini memiliki rasa lebih lembut dan gurih ketimbang lontong biasanya. Itu karena lontong bulayak dibungkus dengan daun aren yang membuat aroma dan rasanya pun menjadi lebih sedap dan gurih.

Teman minum yang cocok untuk sate bulayak ini, kamu bisa memesan es kelapa muda yang disajikan langsung dalam batoknya tanpa ditambahi gula ataupun pemanis buatan. Jadi rasanya lebih segar dan fress.

Kamu juga bisa membuatnya di rumah, berikut resepnya. Bahannya terdiri dari daging sapi  300 gr yang ditumbuk kasar kemudian dipotong kecil-kecil. Air jeruk nipis 1 sdm, parutan kelapa tua 100 gr, 100 gr kacang tanah yang ditumbuk halus, 1 sdm gula merah yang diserut, 200 ml santan kental, 25 tusuk sat, 10 buah bulayak atau lontong khas Lombok.

Sedangkan untuk bumbu husnya terdiri dari 15 cabai rawit, 6 butir bawang merah, 4 siung bawang putih, ¾ sdt merica sangrai, dan ¾ sdt garam. Untuk cara pembuatannya, akan di sampaikan di artikel selanjutnya.

Jadi, ketika kamu berlibur di Lombok jangan sampai tidak mencoba sate bulayak yang akan membuatmu ketagihan.

By Zahratul Wahdati.

 

Jajanan Tradisional Khas Lombok

Kalau kamu suka mengemil dan sedang jalan-jalan di Lombok, kamu perlu mencoba jajanan tradisional khas Lombok yang satu ini. Namanya Cerorot. Nama lain makanan ini kue mata bor, unik, ya? Ini karena bentuknya mirip mata bor.

Makanan yang bentuknya unik ini biasa dijumpai dan disunguhkan ketika kamu menghadiri acara pernikahan maupun syukuran, dan acara-acara adat yang lain di Lombok. Kamu yang suka ngemil, pasti suka dengan cerorot yang memiliki rasa manis. Cara memakannya pun unik. Kamu tidak usah membuka bungkus yang terbuat dari daun kelapa, akan tetapi kamu kamu cukup menggelindingkan cerorot di kedua telapak tanganmu.

Jajanan Tradisional Khas Lombok selain cerocot, kamu juga bisa mencoba jajanan khas Lombok yang lain yaitu tombek. Nama jajannya unik-unik, ya! Seperti cerorot, jajanan tombek juga memiliki rasa yang unik dan manis. Tombek ini memiliki bahan dasar yaitu tepung ketan, parutan kelapa, dan gula merah yang membuatnya memiliki perpaduan manis dari gula dan gurih dari parutan kelapa.

Keunikan Jajanan Tradisional Khas Lombok

Kedua jajanan khas Lombok yang unik ini, meskipun sama rasanya manis, tetapi memiliki beberapa perbedaan. Dari mulai cara memakannya. Kalau cerorot sebelum memakannya kamu harus mengguling-ngulingkan di telapak tangan, sedangkan tombek cara makannya yaitu dengan membuka lipatan daun enau yang membungkusnya.

Perbedaan yang lain yaitu kamu akan lebih sering menemukan cerorot dibandingkan tombek. Karena jajanan cerorot ini lebih sering dihidangkan di acara-acara perayaan yang ceria, berbeda dengan tombek yang lebih sering dibuat oleh mayarakat Lombok untuk acara peletakan batu nisan.

Aroma Jajanan Tradisional Khas Lombok Tombek.

Tombek memang memiliki aroma horor, tetapi sebenarnya tombek dalam acara peletakan batu nisan dimaksud atau bertujuan untuk memanjakan dan bentuk ungkapan terimakasih bagi kamu yang mau perziarah dan datang ketika peletakan batu nisan tersebut. Menghadiri acara peletakan batu nisan ini, kamu juga mendapati jajanan-jajanan lain sebagai pelengkap yaitu cerorot, wajik, banget, dan lain-lain. Jajanan tersebut hukumnya sunah. Sedangkan untuk tombek sepertinya harus atau lebih sering ada di acara tersebut.

Jajanan-jajanan khas Lombok seperti cerorot dan tombek ini mesti kamu coba dan mesti kamu mengambadikan momenmu ketika memakan jajanan unik ini. Selain di acara-acara tersebut, tenang kamu bisa menemui jajanan-jajanan khas Lombok di Jalan Ahmad Yani Perigi Gerung Selatan Gerung Lombok Barat NTB. Di tempat ini kamu juga bisa belajar cara pembuatannya, lho!

By Zahratul Wahdati