+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com
+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com

By

opik

Kamu sudah pernah melihat pakaian adat Lombok? Kalau sudah pasti kamu sudah melihat ikat kepala dalam pakaian adat Lombok. Ikat kepala itu bernama Sapuk dan Jong. Sapuk adalah nama dari ikat kepala bagi laki-laki, sedangkan Jong merupakan ikat kepala bagi perempuan. Kedua ikat kepala tersebut bagi masyarakat adat Bayan, umumnya digunakan ketika ritual adat tertentu dan di tempat tertentu pula.

Jong digunakan oleh kaum perempuan pada acara sareat maulid adat. Tepatnya ketika menumbuk padi di rantok besar yang terbuat dari kayu seperti sampan. Kamu bisa melihat acara atau tradisi tersebut pada ritual maulid. Tepatnya di kampung Karang Bajo, Kampung Bayan Timur, Kampung Bayan Barat dan Kampung Loloan. Di Kecamatan Bayan Lombok kaum perempuan akan menggunakan jong yang lebih dikenal dengan nama nyesek. Nyesek ini dibuat secara khusus dan tradisional.

Kamu akan menemukan beberapa warna dalam Jong Bayan. Terdapat warna merah dan biru sesuai selera yang menggunakannya.  Ukuran Jong hany 50 cm. Bentuknya segitiga lancip. Kamu bisa membeli jong ini di beberapa pengrajin nyesek (setuk jajak bilang bale) di Bayan dengan harga yang terjangkau.

Penggunaan Sapuk berbeda-beda saat ritual adat dilaksanakan. Sapuk dengan ikatan di bagian depan kepala atau kening digunakan pada acara gawe urip. Sedangkan ikatan di bagian belakang kepala digunaakan saat gawe pati atau ritual kemarian. Di luar ritual tersebut, ikatan sapuk berada di depan seperti Nyongkolan, kecuali para Pemangku adat dan Kyai.

Kamu bisa melihat berbagai jenis sapuk. Jenis tersebut digunakan tergantung jabatan pemakainya dalam pranata adat. Sapuk berwarna biru dipercaya merupakan warna langit, simbol warna mengayomi setiap makluk hidup di bumi. Sehingga sapuk berwarna biru ini digunakan oleh para Perumbaq.

Sapuk berwarna putih akan dikenakan oleh para Kyai Adat dan Pemangku. Warna putih dari sapuk ini menyimbolkan kesucian dan kebersihan hati pemakainnya sebagai tokoh dan suritauladan bagi masyarakat adat.

Terdapat juga sapuk batik bewarna-warni. Sapuk inilah yang bisa kamu gunakan karena merupakan sapuk yang digunakan oleh masyarakat adat secara umum.  Sabuk batik bewarna-warni ini juga sebagai simbol masyarakat adat Bayan yang memiliki kehidupan bermacam-macam, baik pekerjaan maupun garis keturunan.

Sapuk dan jong adalah salah satu adat dan tradisi Pulau Lombok yang patut dilestarikan dan dijaga dengan baik. Jangan sampai tergerus oleh modernisasi.

By Zahratul Wahdati

Sudah berapa banyak kesenian di Lombok yang sudah kamu ketahui bahkan sudah kamu tonton? Sudah mengenal kesenian Suling Dewa Bayan? Kalau belum mari berkenalan dengan Suling Dewa Bayan kesenian tradisional asli Lombok.

Kesenian Suling Dewa berasal dari Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Suling dewa akan digelar ketika musim kemarau datang. Bisa ditebak, suling dewa digunakan untuk memohon turunnya hujan. Seperti yang sering kamu dengar, kekeringan dan musim kemarau sering terjadi di Pulau Lombok, sehingga ritual suling dewa selalu dilaksanakan ketika Pekan Apresiasi Budaya.

Kamu perlu tahu, Bayan merupakan pusat peradaban tertua di Pulau Lombok. Kamu dapat melihat berbagai budaya dan tradisi yang masih lekat dengan masyarakat Bayan. Masyarakat Bayan sangat peduli dan terus melestarikan seni tradisional lokal genius leluhur salah satunya adalah Suling Dewa.

Kesenian Suling Dewa memiliki sejarah yang panjang yang harus kamu ketahui. Kesenian ini lahir ketika wilayah Bayan dilanda musim kemarau yang berkepanjangan dan menyiksa membuat tanaman dan hewan-hewan ternak mati. Tentu hal itu membuat kelaparan menyiksa masyarakat Bayan. Kemudian, ada suara-suara bijah dari langit yang memberikan petunjuk untuk menyelesaikan masalah tersebut. Suara-suara petunjuk itu didengar oleh seorang pemangku. Pemangku tersebut kemudian berkomunikasi dengan suara tersebut.

Dari komunikasi itulah, premangku adat diarahkan untuk kembali melakukan prosesi adat bernama mendewa. Prosesi ini dimaksud untuk mengakhiri musim kemarau yang menyiksa itu. Namun, pemangku adat kebingungan untuk mencari bahan-bahan untuk melakukan prosesi adat mendewa. Bahan-bahan itu antara lain sirih, pinang, lekoq buak (penginang). Padahal, seperti yang kamu tahu, saat itu musim kemarau dan semua tumbuhan mati.

Selanjutnya, wangsit mengyuruh pemangku membuat suling dari bambu. Suling sebagai alat hiburan ini ditiup oleh Jero Gamel sebagai awal memulai prosesi ini. Kemudian, dilanjutkan dengan memainkan komposisi atau gending bao daya yang memiliki arti mendung di langit.

Di prosesi pertama, langit tetap setia cerah, hujan tentu tidak turun. Namun, ajaibnya tiba-tiba terlihat awan gelap bergerak berarak-arak menyelimuti langit Bayan. Tepat pada malam Jumat, ketika prosesi kedua dari ritual ini dilakukan, hujan hampir menguyur Bayan. Namun tidak kunjung jatuh juga. Tetapi, masyarakat tidak patah semangat. Mereka tetap mengulang ritual ini berkali-kali. Sampai akhirnya hujan jatuh membasahi tanah Bayan yang gersang.

Itulah sekelumit tentang sejarah kesenian Suling Dewa asal Lombok.

By Zahratul Wahdati

 

Indonesia memang memiliki banyak sekali keistimewaan, salah satu di dalam bidang seni tari. Setiap daerah memiliki tari yang berbeda. Nah, di Kabupaten Lombok Utara tepatnya di Kecamatan Bayan terdapat sebuah tari bernama Tari Gegerok Tandak Loloan Bayan. Tari Gegerok ini pertama kali dimainkan oleh orang dari garis keturunan Loloan yang terdapat di Kecamatan Bayan.

Kurang diketahui jelas nama lengkap dan tahun berapa tari ini pertama kali muncul dan dimainkan. Namun dari keterangan yang memiliki garis keturunan tersebut adalah Amaq Nursawi yang diperkirakan hidup sekitar 1,5 abad lalu.

Tari Gegerok Tandak berasal dari kata burung dan tandak. Burung memiliki arti bareng atau bersama, sedangkan tandak merupakan tarian yang dilakukan secara bersama-sama. Sehingga, tarian yang menjadi hiburan ini dengan perumpaan binatang, karena sifat manusia yang mengganggu merupakan dari sifat binatang. Seperti babi, burung gagak, dan kera. Suara ketiga hewan ini akan menjadi nada tarian. Yaitu mm tiruan babi, nyuk-nyuk dari burung gagak, uu dari burung gagak.

Kamu harus tahu, alasan Tari Gegerok ditarikan adalah untuk mensukseskan prosesi kitanan. Tari ini digunakan untuk mengalihkan hadirin yang datang agar menonton tari ini, sehingga acara khitanan  berjalan dengan lancar.

Tarian gegorok memang hanya digunakan ketika ada ritual khitanan secara adat. Di dalam acara khitanan akan ada prosesi majang. Majang ini berupa menghiasi berungak dengan menggunakan kain oleh para pranata adat. Selain dimainkan di prosesi majang, tarian ini juga akan ditarikan saat peosesi khitanan dan melasut. Melusut ini merupakan acara ketika membuka kain yang digunakan untuk menghias berugak.

Ketika kamu melihat tarian ini, kamu pasti tidak akan melihat alat musik. Ya, tarian gegerok tandak adalah jenis tarian yang pertama kali di wilayah Bayang yang tidak menggunakan alat musik.

Tarian gegerok ini ditarikan oleh laki-laki yang ikut dalam acara khitanan, dan harus ada pemimpin yang harus dari garis keturunan gegerok tandak (garis keturunan loloan), semester lainnya bebas. Untuk jumlah personil minimal 4 orang, lebih banyak lebih baik. Maksimal 25 orang.

Kamu juga harus tahu ada duan proses dan tugas yang dilakukan gegrok tandak yaitu lawas dan onceq. Lawas merupakan pemimpin dalam barisan. Tugasnya untuk membuka, mengatur barisan. Sedangkan onceq merupakan orang yang mengungkapkan pantun secara bergantian.

Tarian gegerok tandak juga memiliki filosofi yaitu rasa gotong royongan, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Ini bisa dilihat dari barisan yang tidak boleh putus dan selalu berdekatan.

By Zahratul Wahdati

Kamu pasti sudah tahu masyarakat Pulau Lombok mayoritas merupakan suku Sasak. Sebuah suku yang memiliki banyak tradisi dan adat. Salah satunya adalah kesenian tradisonal, yang sayangnya keberadaannya terancam lenyap. Kesenian tersebut bernama Musik Semprong.

Kamu mungkin asing dengan kesenian satu ini. Sebuah kesenian unik yang mempergunakan bambu sebagai alat mussiknya. Dalam kesenian ini ada tiga alat musik utama yaitu semprong, suling, dan pengkelek hujan. semprong ini terdapat dua jenis. Yang satu berukuran besar berukuran datu meter lebih dan yan g satunya kecil sekitar 80 cm. Semprong besar terbuat dari bambu sentul yang berbuku panjang, sedangkan emprong kecil ini terbuat dari kayu selelo. Kedua jenis bambu ini terkenal menghasilkan nada yang sempurna.

Pengkelek hujan merupakan tamborin alat musik semprong. Bahan baku yaitu bambu.  Dari alat musik ini, kamu akan mendengar suara gemerincing yang dihasilkan bukan dari lempengan besi yang disatukan layaknya tamborin, tetapi dari tulang-tulang binatang  yang dimasukan ke dalam pengkelek hujan. Tulang hewan tersebut seperti buaya, macan, ikan hiu, dan berbagai tulang binatang buas lainnya. Menakjubkan, bukan? Tulang-tulang hewan buas itu dipercaya sebagai mantra penyampaian pesan ke langit agar hujan turun. Ya, masyarakat Sasak zaman dahulu memainkan musik semprong sebagai alat pemanggil hujan sampai sekarang.

Mendengar nada semprongan dan menyimak setiap alunan nadanya, imajinasi kamu akan berkelana menyusuri ruang dan waktu. Seakan-akan kamu sedang menikmati suasana hutan dan suara orkesta alam yang menakjubkan. Imajinasimu pun akan dibawa ke lautan, mendengar suara deru ombak, kemudian kembali ke suasana tenang dan bersahaja dari sebuah desa. Imajinasi tersebut hadir karena musik semprong merupakan nada penghormatan pada alam, seperti suara ombak, pemujaan, binatang, dan suara alam lainnya.

Memainkan alat musik Semprong memang mudah. Akan tetapi nada visualisasi alam itulah yang membuat musik semprong hanya bisa dimainkan oleh orang-orang yang piawai. Tidak sembarangan orang bisa menghadirkan visualisasi alam tersebut. Alat musik semprong yang memiliki nada bass harus ditiup dengan menggunakan rongga diafragma atau napas dada dan tenggorokan, sehingga dapat menciptakan keharmonisan dengan alat laiinya yaitu suling dan pengkelek hujan.

Hal ini menjadikan musik semprong kesulitan dalam regenerasi. Namun jika kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sabar untuk menjalani prosesnya, kamu pasti dapat membentuk visualisasi tersebut. Yuk belajar musik semprong asal Lombok ini!

By Zahratul Wahdati

Kamu sudah membaca artikel tentang sejarah kesenian Suling Dewa, bukan? Kalau belum bisa klik ini sejarah kesenian Suling Dewa. Kesenian Suling Dewa merupakan kesenian dari pulau Lombok. Tepatnya berasal dari Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Suling dewa akan digelar ketika musim kemarau datang.

Dalam memainkan gending bao daya ini atau lebih dikenal dengan Kesnian Suling Dewa terdapat dua unsur. Pertama gamel atau peniup suruling dan kedua adalah jero gending atau sosok sinden dalam kebudayaan Jawa. Selain komposisi Bao Daya tersebut, masyarakat mempunyai beberapa komposisi lainnya. Misalnya, komposisi Putri Cina, Lembuneng Meloang, dan Lokok Sebie.

Kamu juga harus mengetahui filosofi yang terkandung di dalam Kesenian Suling Dewa. Filosofi yang sangat mendasar dan mulia. Alat musik ini menggambarkan wujud manusia. Hal ini karena jika seruling tidak diberikan hembusan napas, suling ini tidak akan berbunyi dan menghasilkan nada-nada indah. Begitu juga dengan manusia, bila Tuhan tidak memberikan roh dan hembusan napas, maka manusia tidak akan memiliki kehidupan.

Jika kamu perhatikan, di bagian ujung atas seruling dewa, kamu akan menemukan rongga tempat untuk meniup. Rongga itu dinamai Slepers. Yap, rongga inilah tempat untuk menghembuskan napas yang akan menghasilkan nada. Di badan suling, kamu akan menemukan enam lubang. Enam lubang ini dinamakan pengantep fungsinya untuk memainkan tangga nada.

Enam pengantep ini juga memiliki filosofinya, yang harus kamu tahu. Filosofinya adalah sebagai simbol indra yang dimiliki manusia. Suling Dewa ini adalah suling yang dikeramatkann oleh sebagian masyarakat Lombok Utara. Sehingga, seruling dewa langit tidak boleh dimainkan secara sembarangan. Hanya boleh dimainkan di saat tertentu, seperti pada saat prosesesi adat Gawe Alif, musim kemarau, atau selametan desa.

Memainkan suling Dewa juga harus melalui prosesi adat terlebih dulu. Jenis perelngkapan pun sudah menjadi peraturan mutlak yang tidak bisa dilanggar. Tetentuan tersebut berupa kepeng atau uang bolong sebanyak 44 buah, lekoq buaq, bantal, kemenyan, nyiur gending, dan bunga harus disiapkan terlebih dahulu.

Bukan hanya sebagai cara memanggil hujan, Suling Dewa ini juga diyakini oleh masyarakat sebagai pengobatan. Ketika digunakan dalam pengobatan, peniup suling akan mengalami kedewaan atau kesurupan. Kemudian, pihak yang sakit pun dipersilahkan untuk menyampaikan tujuan dan keinginannya. Selanjutnya, pasien akan diberikan wejangan untuk menyelesaikan masalahnya. Kamu mau mencoba pengobatan ini? Kamu bisa mendatangi Desa Bayan Lombok.

By Zahratul Wahdati

Kamu ingin melihat salah satu kesenian yang cukup langka di Pulau Lombok? Namanya kesenian Gong Suling. Kesenian ini hampir punah, namun kamu bisa melihat keelokan kesenian ini di Sanggar Seni Lembusari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebuah sanggar seni yang patut dicontoh oleh kita karena telah melestarikan kesenian yang hampir punah seperti Gong Suling.

Suara gong suling yang mendayu-dayu, pasti akan membuatmu terpikat dan sangat menikmati alunannya. Nadanya yang mendayu-dayu seperti suara embusan angin yang kencang terus lirih diiringi dengan suara pukulan gong yang bergetar. Perpaduan dua nada dari dua alat musik ini akan membuatmu larut dalam kemerduan dan sensasi releksasi musiknya.

Sayangnya, kesenian Gong Suling yang seharus kita banggakan mulai tidak diminati. Bahkan regenerasi dalam tarian ini cukup menyedihkan. Penari bahkan ada yang sudah uzur, entah di mana para pemuda dan pemudi yang harusnya turut serta melestarikan kesenian gong suling ini.

Maka dari itu kamu harus tahu mengenai gong suling. Gong suling ini terbagi dalam tiga jenis. Yang pertama suling saling sahut menyahut menciptakan suara irama etnik yang begitu harmoni dan sempurna. Yang kedua dentuman suara gong pertanda ketukan akan berpindah nada. Yang ketiga rincik dan petuk menyelaraskan sajian musik tersebut menjadi utuh dan indah. Intinya kesenian gong suling lebih menitik beratkan pada seruling dan gong sebagai pelengkap sajian musiknnya.

Kamu juga perlu tahu, ada tiga jenis seruling yang digunakan di dalam seruling gong ini. seruling dengan ukuran kecil disebut pemetik, seruling berukuran sedang disebut penegar, dan seruling berukuran besar yang disebut barangan. Nah, untuk pemain kesenian ini biasanya adalah kelompok musik. Anggotanya sekitar 25 orang. Untuk formasinya adalah tiga orang pemain akan memainkan tiga gong. 21 pemain akan meniup seruling tiga jenis suling. Sementara tiga orang lainnya akan memegang rincik, petuk, dan seroang vokalis atau penyanyi.

Melihat hampir kesenian khas Lombok ini hampir punah ini rasanya miris sekali. Padahal dulu di setiap desa di Narmada terdapat minimal datu kelompok gong suling. Dulu masyarakat sangat mencintai budaya dan kesenian asli, tetapi sekarang hanya ada satu kelompok saja yang masih eksis dan mencintai kesenian gong suling ini. Pastikan kamu juga menonton pertunjukan mereka dan membantu untuk melestarikan kesenian gong suling ini dengan caramu sendiri. Dari yang kecil misalnya, menguplod foto atau vidio musik gong suling agar masyarakat sadar betapa indah musik gong suling khas Lombok ini.

By Zahratul Wahdati

Kamu mencari oleh-oleh khas Pulau Lombok? Kamu bisa membeli Gula Aren Desa Kakait Khas Lombok. Gula aren di Desa Kakait semanis kamu. Kamu tidak boleh melewatkan kemanisan gula aren ini.

Desa Kakait memang moyoritas penduduknya adalah petani dan pedagang.  Terdapat banyak sekali perkebunan pohon aren di Desa Kakait. Biasanya hasil kebun tersebut di jual ke pasar. Akan tetapi, jika kamu melewati jalan Desa Kakait kamu pasti akan menemukan para pedagang menjual hasil kebunnya di pinggir jalan. Kepopuleran air tuaknya biasanya menarik para pengendara untuk singgah dan menikmatinya. Kamu juga bisa menemukan kolang kaling dan tentu gula aren.

Kita fokus kepada kegunaan pohon aren untuk membuat gula aren khas Desa Kakait, ya! Untuk membuat gula aren, bunga jatan pohon enau dikumpulkan dahulu ke dalam sebuah cetakan bambu. Hal ini untuk mencegah nira mengalami peragian karena nira yang mengalami fermentasi tidak dapat digunakan untuk membuat gula aren. Makanya kegunaan bumbung bambu tersebut ditambah laru atau kawao berfungsi untuk pengawet alami.

Setelah jumlahnya kira-kira cukup, nira tersebut akan direbus di atas tunggu dengan wajan besar. Dalam memasakan ini, kayu untuk tunggu sangat diperhatikan. Kayu yang digunakan aren yang sudah tua. Hal ini dikarenakan kayu aren tua dapat mempercepat proses memasak. Meskipun memasak dengan kayu ini lebih cepat, namun membuat gula aren harus menggunakan api yang tidak terlalu besar. Karena jika menggunakan api besar gula akan hangus dan rasanya akan pahit, warnanya pun menjadi hitam.

Setelah gula aren menjadi pekat dan sulit atau berat ketika diaduk berarti gula aren sudah masak. Membuktikan gula aren sudah masak atau belum juga bisa dengan menciduk adonan dari wajan dan dituangkan kembali. Jika adukan akan putus. Kemudian jika adonan dituangkan ke dalam air ginggin, cairan tersebut akan membentuk benang dan tidak putus-putus, maka adonan sudah siap untuk dicetak.

Gula cair tersebut dicetak dalam batok-batok kelapa, kemudian setelah mengeras dikeluarkan dari cetakannya. Di Desa Kakait ini kamu tidak hanya bisa melihat proses pembuatan gula aren. Kamu juga bisa melihat masyarakat desa ini memanfaat pohon aren dengan berbagai cara. Kamu bisa melihat pembuatan kolang-kaling, kolang-kaling ini terbuat dari buah aren. Kamu juga bisa melihat pembuatan ijuk dari pohon enau yang dipintal menjadi tali.

Selamat menikmati gula aren yang super manis di Desa Kakait Lombok, ya!

By Zahratul Wahdati

Lombok memang kaya akan budaya dan pariwisata yang kuat. Terdapat berbagai objek wisata dan budaya yang disajikan pulau ini. ada rumah adat yang unik, suku, dan juga tarian. Di Lombok memiliki berbagai tarian tradisional, salah satunya adalah tari gandrung Lombok. Tarian ini sudahkah kamu kenal? Jika belum, mari mengenal tarian indah dan menarik asal Lombok ini.

Tari gandrung ini berupaka seni tari yang populer di kalangan suku Sasak. Tari ini juga disebut tari jengger. Sejarawan mengatakan tarian ini sudah ada sejak zaman Erlangga di Jawa Timur.

Awal lahirnya tari gandrung ini adalah ketika para prajurit pulang dari medan perang. Kemudian datang seorang wanita cantik yang menari dan mengajak satu per satu prajurit yang dikehendakinya untuk menari bersama. Makanya, tarian ini biasa ditarikan dengan penonton yang melingkar. Sehingga di dalam lingkaran itu menjadi sebuah panggung sederhana.

Secara umum, kamu harus tahu tari gandrung ini terdiri dari tiga bagian: bapangan, gandrangan, dan parianom. Bapangan merupakan bagian ketika gandrung digambarkan sedang memperkenalkan diri kepada penontong dengan mengitari arena tempat ia menari. Kemudian, dilanjutkan dengan bagian gandrang yakni ketika penari bergerak lincah mengitari arena dengan kipas di tangann seperti burung elang yang mengincar mangsa.

Biasanya, penari ini akan mengincar penonton di baris depan untuk menemaninya menari. Ketika penari sudah menemukan mangsanya ia akan menyentuh atau melempar kipasnya pada orang tersebut. Bagian ketiga yaitu parianom yaitu saat tarian hanya diiringi redep dan seruling, dibantu suara gendang, petuk, rincik, dan gong. Di bagian inilah penari gandrung akan menyanyi disebut dengan bersandaran.

Kamu sudah mengenal bagian dari tarian gandrung, kini kamu juga harus mengenal mengenai peralatan musik dalam tari gandrung. Alat musi yang mengiringi tari gandrung adalah gamelan dengan ragam yang mengalami perubahan dari masa ke masa. Tarian ini biasanya dipertujukan ketika musim panen. Dulunya tarian ini dimainkan oleh penari pria, tetapi kemudian dimainkan juga oleh penari wanita. Jadi sempatkan diri untuk menonton tarian gandrung ketika kamu berlibur di Lombok, ya!

Untuk menyebaran tarian gandrung di Lombok cukup merata. Kamu juga akan menemukan berbagai aliran tarian gandrung di berbeda daerah. Seperti gandrung bertais dari daerah bertais dan dasan tereng yang masih mempertahankan keaslian tarian tradisi tarian gandrung.

By Zahratul Wahdati

Jalan-jalan ke Lombok, kamu jangan lupa pulang membawa oleh-oleh khasnya. Salah satu oleh-oleh khas dari Pulau Lombok adalah kerajinan Cukli. Kerajinan ini terbuat dari kayu dengan hiasan potongan kerang yang ditanam dalam kayu. Kamu bisa memilih dari mulai asbak, tempat tisu, kotak perhiasan, pigura, kursi, meja, lemari, bahkan tempat tidur.

Kerajinan unik dan cantik Cukli bisa kamu temui dengan mudah di Desa Lendang Re Lombok. di desa ini kamu tidak hanya bisa membeli cukli, kamu juga dapat melihat proses pembuatannya atau bahkan ikut membuatnya. Desa Lendang ini terletak sekitar 10 kilometer sebelah timur Mataram. Tepatnya di Desa Sayang Sayang, Kabupaten Lombok Barat. Waktu terbaik untuk berkunjung sekitar pukul 08.00 sampai 11.00 WITA. Untuk harga tiketnya gratis. Terdapat lahan parkir dan restoran.

Menuju Desa Lendang Re, jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, rutenya sebagai berikut: Jl. Pejanggil-Jl. Sultan Hasanusin-By pass. Lihat di sisi kanan jalan, kamu akan menemukan gapura besi sederhana bertuliskan selamat datang di sentra kerajinan Cukli Lendang Re. Kalau kamu binggung, kamu bisa bertanya kepada orang di jalan tentang keberadaan desa ini.

Di Desa ini kamu akan menemukan empat keluarga yang membuat kerajinan cukli. Dulu sebelum bom bali 1, semua keluarga di desa ini menggeluti kerajinan cukli, namun sekarang tinggal 4 keluarga saja. 4 keluarga ini rumahnya berdekatan jadi kamu lebih mudah untuk melihat proses pembuatan cukli.

Bahan-bahan pembuatan cukli adalah kayu mahoni, biasanya juga kayu jati tetapi harganya lebih mahal karena kayu jati harus didatangkan dari Jawa. Bahan lainnya seperti baham mentah kilit kerang didatangkan dari beberapa pulau lainnya seperti Bali, Pulau Sulawesi, dan Flores. Jadi bahan bakunya harus didatangkan dari luar pulau Lombok.

Di Desa ini kamu pasti antusias untuk melihat proses pembuatan cukli. Dimulai dari proses awal yaitu pemotongan kayu, kemudian berlanjut proses penyusunan potongan kayu, lalu pemotongan kulit kerang, penanaman kulit kerang, sampai proses finising berupa pemolesan, penghalusan, penghalusan, dan penyemiran.

Kamu juga bisa memesan cukli sesuai keinginanmu, dan dapat dikirim ke alamat kamu. Kamu juga bisa membeli cukli yang tersedia untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk orang-orang yang kamu sayangi di rumah.

Jangan lupa promosiin cukli kepada teman-teman mensosmu agar mereka jadi iri dan juga ingin membeli kerajinan cantik khas Lombok ini.

By Zahratul Wahdati

1 2 3 4 5 10