+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com
+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com

Category

Artikel

Kadang kamu merasa penat dan bahkan ingin melarikan diri dari aktivitas dan kerjaanmu yang padat. Teluk Ekas Lombok bisa jadi solusi tempatmu untuk melarikan diri. Di teluk yang cantik dan tenang ini akan membantumu untuk memulihkan semangat hidupmu.

Di Teluk Ekas kamu bisa tinggal di rumah sederhana para nelayan. Merasakan kesederhanaan penduduk, dan tentu pesona alam Teluk Ekas yang membuatmu selalu tersenyum. Seperti mengajakmu untuk menarik napas dan melepaskan kepenatan. Kecantikan Teluk Ekas bisa kamu nikmati dengan sempurna. Dari mulai pasirnya yang putih dan bekilau. Di Teluk Ekas kamu bisa menjelajah kecantikan pantai-pantainya. Seperti Pantai Sawung, Pantai Planet, Pantai Batunampar, Pantai Surga, dan Sebagainya.

Ketika kamu memandang ke diding timur, kamu akan menemukan tebing karang yang terpahat indah oleh alam dan tampak megah. Sedangkan jika kamu memandang sebelah selatan kamu akan menemukan titik tertinggi di Pulau Lombok yaitu Gunung Rinjani yang agung.

Teluk Ekas sungguh akan memulihkan semangat hidupmu, airnya yang tenang, jernih, dan ombaknya yang lembut mengajakmu untuk bermain. Kamu bisa berenang, memancing, dan snorkling dengan bebas. Akan tetapi, kamu harus membawa peralatan tersebut dari rumah.

Di Teluk Ekas kamu akan menemukan 50 pondok apung dengan sampan yang bersandar di sampingnya. Pondok itu merupakan tempat nelayan menangkarkan ikan kerapu dan udang. Kamu bisa melihat aktifitas mereka menangkarkan ikan dan udang-udang itu.

Teluk Ekas benar-benar sangat cocok sebagai tempat melarikan diri sejenak. Soalnya wilayah ini terpencil dan sangat tenang. Akan tetapi fasilitas di tempat ini kurang, jadi kamu harus mempersiapkannya sendiri. Kamu juga bisa mendirikan tenda ataupun menginap di rumah nelayan setempat. Selain melihat pantai kamu juga bisa mengunjungi danau air asin. Danau ini berada di sepanjang Jerowaru Lauk dan dikelilingi hutan bakau. Di danau ini bukan hanya bisa menikmati keindahan alamnya, kamu juga bisa melihat atifitas masyarakat membuat garam. Mengunjungi teluk ini kamu tidak dipunggut biaya sama sekali.

Untuk mencapai Teluk Ekas kamu harus menempuh jarak sekitar 75 kilometer dari Kota Mataram. Teluk ini berada di sebelah tenggara Kota Mataram tepatnya di Desa Ekas, Kecamatan Jero Waru, Lombok Timur. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi diutamakan sepeda motor, karena tranportrasi umum menuju Teluk Ekas sangat jarang. Kamu bisa menempuh rute menuju Teluk Ekas sebagai berikut jalur Mataram-Cakranegara-Kediri-Praya-Mujur-Ganti-Keruak-Jerowaru-Ekas.

By Zahratul Wahdati

 

Tradisi di Lombok memang unik-unik, ada tradisi pernikahan yaitu kawin culik atau kawin lari, dan ada lagi Tradisi Presean Lombok yang tak kalah unik. Tradisi Presean ini tempatnya kamu wahai para lelaki untuk adu mana yang lebih laki?

Tradisi Presenan ini bisa jadi salah satu keunikan Lombok yang bisa kamu lihat. Tradisi ini merupakan tradisi yang dilakukan oleh pemuda Lombok atau suku Sasak sebagai bentuk persembahan untuk menyambut tamu dan jadi bagian dalam aneka festival dan acara.

Sekilas tentang awal mula tradisi presean. Dulu saat Lombok masih berbentuk kerjaan, presean merupakan cara memilih prajurit tangguh di Lombok. Sebelum diterima jadi prajurit, meraka akan diadu ketangkasan dulu atau upacara adat dari luapan emosi para prajurit kerajaan sehabis menagalahkan lawan di medan perang.

Walaupun tradisi presenan akan membuatmu cukup ngeri karena berbau unsur kekerasan. Jadi awalnya, petarung atau disebut pepadu tidak disiapkan. Pepadu dipilih oleh Pakembar atau wasit dalam petarungan presean ini. Pepadu ini bisa saja kamu, karena pepadu dipilih dari penonton. Tapi tenang saja, kalau nyalimu masih labil kamu bisa menolah ketika dipilih oleh pakembat. Namun kalau kamu bersedia, kamu akan mengenakan kain tradisional dengan udeng dan bertelanjang dada. Kamu akan diberikan pecutan dari rotan dan perisai pelindung yang terbuat dari kulit kerbau tebal yang disebut ende.

Kamu atau pepadu lain akan bertarung di tengah lingkaran penonton atau manusia. Pertarungan ini akan dipimpin oleh dua pakembar, pakembar sedi atau wasit yang berada di pinggir lapangan dan pakembar tengaq yang berada di tengah lapangan. Pertarungan akan dilakukan beberapa ronde sesuai aturan yang diberikan pakembar. Untuk menentukan pemenang ada dua cara yaitu ketika salah satu dari anggota badan pepadu berdarah, maka pertarungan dianggap selesai, dan pepadu yang tidak mengeluarkan darah menjadi  pemenang. Dan yang kedua apabila pepadu bisa sama-sama bertahan dalam beberapa ronde, pemenang ditentukan berdasakan nilai tertinggi selama bertarungan dilaksanakan oleh pakembar sedi.

Kamu juga akan mendengar musik yang mengiringi tradisi ini yang disebut dendang presean. Musik ini ada tiga macam, ada yang dibunyikan ketika pakembar mencari pepadu, ada musik yang menjadi tanda kalau dua pepadu sudah siap, dan yang ketiga musik yang membangkitkan semangat perarungan.

Walaupun unsur kekarasan terasa, namun sebenernya filosofi tradisi ini untuk menyambung silahturahmi, persahabatan, dan sportifitas. Para pepadu tidak akan menaruh dendam karena tradisi ini tidak mencari lawan melainkan saudara.

By Zahratul Wahdati

Liburan di Lombok dan mau mengunjungi Pantai Kuta Lombok? Jangan lewatkan pula Pantai Seger, ya! Pantai ini tidak terlalu jauh dari Pantai Kuta Lombok. Sekitar 2 kilometer tepatnya.

Pantai Seger memiliki garis pantai yang sama dengan Pantai Kuta Lombok. Di pantai ini, kamu akan menemukan pendangan yang super menawan dan sangat asri. Kamu juga bisa menilik negeri bawah lautnya dengan snorkling. Kamu juga bisa melakukan berbagai aktivitas seru di Pantai Seger. Kamu bisa berjemur, berenang, berselancar, dan yang paling jadi favorit adalah menikmati keindahan matahari tenggelam.

Bagi kamu yang suka berenang dan snorkling, Pantai Seger ini adalah surga untukmu. Pantai ini memiliki beberapa lokasi dengan air yang tenang. Cocok sekali untuk berenang dan snorkling. Negeri bawah laut Pantai Seger pasti akan menghinoptismu. Karang-karangnya yang beraneka ragam, ikan-ikannya yang warna warni, dan biota laut lainnya yang tak kalah mengodamu untuk bermain-main.

Bagi kamu yang suka tantangan, kamu juga bisa melawan ombak pantai ini dengan berselancar. Kamu bakalan ketagihan dengan ombaknya yang sempurna. Ketagihan itu nyata, soalnya banyak wisatawan yang mengatakan melakukan aktifitas snorkling dan berselancar sangat seru. Bahkan mereka mengatakan Pantai Seger lebih cantik dibandingkan Pantai Kuta Lombok.

Tenang saja, untuk menyampai Pantai Seger sangat mudah, tiak sulit sama sekali. Dari Pantai Kuta Lombok kamu hanya butuh menempuh jarak 2 kilometer saja. Pantai Seger berada di sebelah timur Pantai Kuta Lombok. Kamu bisa menyewa ojek untuk mencapai pantai ini. biaya jasa ojek cukup murah sekitar Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000 saja.

Keistimewaan Pantai Seger yang lain selain kecantikannya adalah ritual yang sangat menarik untuk kamu ikuti. Ritual ini dilakukan oleh masyarakat setempat setiap setahunnya. Ritual ini sudah terkenal, dan pasti kamu sudah tahu namanya. Yap. namanya ritual Bau Nyale. Di ritual ini masyarakat akan berburu cacing laut atau Nyale. Ritual ini akan dilakukan ketika nyale muncul di pantai, yaitu sekitar bulan Febuari sampai Maret. Ritual Bau Nyale adalah ritual masyarakat setempat untuk menghormati Putri Mandalika.

Bau Nyale ini memiliki hubungan erat dengan Bukit Mandalika yang terletak tak jauh dari Pantai Kuta. Mitosnya, Nyale merupakan rekarnasi dari Putri Mandalika.

Pasti kamu akan merasakan keseruan yang akan menjadi kenangan tak terlupakan ketika mengikuti atau bergabung dengan ritual Bau Nyale ini. Jadi, jangan lupa jadikan Pantai Seger salah satu objek wisata yang harus kamu kunjungi di Lombok.

By Zahratul Wahdati

Kamu suka surfing, mancing, dan traveling? Coba sempatkan hari liburmu untuk mengujungi objek wisata Pantai Bangko-Bangko Lombok. Pantai ini merupakan sebuah kawasan dengan pemandang super menakjubkan di Nusa Tenggara Barat. Di tempat ini kamu bisa berselancar, tracking, dan memancing.

Pantai Bangko-bangko terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Di pantai cantik ini kamu akan menikmati berjalan di pasirnya yang putih dan jejeran perahu nelayan yang berwarna-warni. Apalagi, air lautnya biru jernih dan bersih. Tak ayal, pantai ini menjadi salah satu favorit wisatawan lokal maupun mancanegara ketika berlibur di Lombok.

Bagi kamu para selancar, kamu akan tertantang dengan ombaknya terkenal sempurna. Ombak di pantai ini besar, panjang, dan sambung-menyambung, cocok sekali buat kamu para penselancar profesional. Ombak pantai ini begitu ganas pasti akan membuat ardenalinmu tertantang hebat. Untuk paket surfing di pantai ini beberapa resort menyediakannya.

Bagi kamu yang suka memancing, Pantai Bangko-bangko juga menjadi surganya untukmu. Kailmu akan mengikat ikan-ikan ukuran besar seperti tuna yang memang banyak di titik-titik pemancingan di pantai ini. Dijamin kamu akan merasakan keceruan bergelut dengan ikan-ikan besar tersebut.

Bagi kamu pemancing mania, kamu bisa menyewa kapal dari pantai Ampenan untuk menuju titik-titik di Pantai Bangko-bangko. Setelah mendapatkan ikan tangkapan tentu kamu bisa membakarkannya dan menyantapnya sembari melepas lelah.

Tetapi, kalau kamu bukan pemancing namun kamu ingin menyantap ikan-ikan laut segar. Kamu tinggal beli di para nelayan yang tinggal di sekitar pantai. Mereka biasanya menjual hasil tangkapan mereka di pasar dadakan. Nah, untuk bulan-bulan tertentu seperti bulan Juli dan Agustus, nelayan-nelayan di tempat ini bisa menagkap ikan hingga 1000 ekor ikan tongkol setiap hari. Harganya biasanya 20-25 ribu untuk 5 ekornya.

Untuk mencapai kawasan Bangko-Bangko sekitar dua jam dari Mataram. Selain menggunakan kendaraan pribadi, kamu juga bisa mengundakan kendaraan umum, lho! Yaitu dengan mengunakan bus dari terminal Mandalika Bertais tujuan Lembar. Setelah sampai Lembar, kamu naik angkutan umum menuju Labuhan Poh. Selain lewat jalur darat, kamu juga bisa melewati jalur laut, yaitu dari Nusa Penida. Dari Nusa Penida, kamu masih harus menempuh 3 jam perjalan hingga sampai di Bangko-Bangko.

Jika kamu ingin menginap, ada beberapa penginapan. Yaitu hotel Aman Gati dan hotel Palm Beach Garden, dan Bola-bola Paradise. Disarankan, lebih baik kamu menyewa hunian di penduduk setempat agar lebih dekat dengan tempat wisata ini.

By Zahratul Wahdati

Rumah adat sasak Lombok memang unik. Bukan hanya dari bentuk rumah adatnya saja dan istilah rumah adat Sasak tetapi juga dalam peralatan untuk membuat bangunan, waktu pembangunan rumah, dan pemilihan tempat juga sangat diperhatikan dan unik. Sudah penasaran? Mari simak penjelasannya.

Mulai dari peralatan untuk membangun rumah. Dalam membangun rumah Sasak peralatan diambil dari alam seluruhnya. Unik bukan? Jadi tidak usah ke toko bangunan untuk mendapatkan peralatan tersebut, tetapi hanya perlu ke hutan. Peralatan yang harus disiapkan di antaranya: kayu-kayu penyangga, bambu, badek atau anyaman bambu untuk dinding, jerami dan alang-alang yang digunakan untuk membuat atap, kotoran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai, getah pohon kayu banten dan bajur, dan abu jerami digunakan untuk bahan campuran mengeraskan lantai.

Pemilihan waktu membangun rumah Sasak juga sangat diperhatikan, dihitung dengan cermat dari mulai waktu, hari, tanggal dan bulan yang baik. Ini karena rumah dalam kehidupan masyarakat Sasak memiliki fungsi yang penting. Mencari waktu yang tepat untuk membangun rumah, masyarakat Sasak berpedoman pada papan warige yang berasal dari Primbon Tapel Adam dan Tajul Muluq. Mencari waktu yang tepat biasanya adalah tugas pemimpin adat, karena tidak semua orang bisa membaca primbon.

Masyarakat Sasak di Lombok menyakini bulan ketiga dan bulan kedua belas penanggalan Sasak adalah waktu yang baik untuk memulai membangun rumah. Bulan tersebut adalah bulan Rabiul Awal dan Bulan Zulhijjah pada kalender islam. Menentukan hari baik juga berdasarkan nama orang yang akan membangun rumah. Kalau ada hari baik pasti ada hari paling dihidari atau pantangan untuk membangun rumah yaitu pada bulan Muharram dan bulan Ramadhan. Kedua bulan tersebut dipercaya masyarakat setempat, rumah yang dibangun cenderung mengundang malapetaka, misalnya penyakit, kebakara, sulit rezeki, dan sebagainnya.

Pemilihan Tempat juga sangat diperhatikan dalam membanggun rumah Sasak. Masyarakat Sasak sangat selektif dalam memilih lokasi tempat pendirian rumah. Ini karena mereka menyakini bahwa lokasi yang tidak tepat akan berakibat kurang baik kepada yang menempatinya. Lokasi-lokasi yang dianggap masyarakat sasak tidak baik untuk membuat rumah antara lain, di atas bekas perapian, bekas tempat pembuangan sampah, bekas sumur, dan pada posisi jalan tusuk sate atau susur gubug. Unikknya lagi, masyarakat Sasak tidak akan membangun rumah berlawanan arah dan ukurannya berbeda dengan rumah yang lebih dul ada. Menurut mereka, konsep tersebut merupakan perbuatan tabu (maliq-lengket).

By Zahratul Wahdati

Lagi milih-milih objek wisata di Lombok yang bakalan kamu kunjungi? Bingung kan karena objek-objeknya beraneka ragam dan rasanya pengin datangi semuanya. Ini salah satu objek wisata yang harus kamu kunjungi jika di Lombok yaitu TWA Gunung Tunak. Kecantikan TWA Gunung Tunak tidak akan bisa kamu dustakan. Benar-benar cuantik! Pecahlah!

Letak TWA Gunung Tunak  berada di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok tengah. Untuk menuju tempat ini kamu harus menempuh sekitar 85 km dari kota Mataram. Kamu bisa mengunakan kendaraan roda empat.

Di TWA Gunung Tunak kamu akan menemukan keindahan yang benar-benar bikin pecah. Keindahannya begitu berlimpah. perpaduan antara keindahan pegunungan nan hijau, hutan, dan pantai yang memiliki pasir putih yang cantik. Sebelum kamu memasuki kawasan TWA Gunung Tunak, kamu sudah akan terhipnotis oleh kecantikan Pantai Bumbang. Kamu jangan sampai melewatkan spot keren di sebelah gerbang. Di Spot ini kamu bisa melihat keseluruhan pemandangan pantai. Spot ini sering dilewatkan karena tempatnya tersembunyi. Untuk menemukanna kamu harus bertanya kepada petugas tiket gerbang TWA, ya!

Di tempat ini, kamu juga bisa menemukan aneka jenis burung. Diantaranya burung Gosong Kaki Merah yang memiliki badan sebesar ayam. Biasanya burung ini bersembunyi di belukar berupa gundukan tanah yang menggunung. Sebenarnya, Gunung Tunak lebih pantas disebut bukit. Untuk memasuki TWA Gunung Tunak, kamu bisa menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki. Spot yang bisa kamu tuju salah satunya pantai di ujung jalan dengan bukit-bukit yang mengelilinginya. Di tempat ini sangat populer. Jaraknya kira-kira 7 kilometer dari gerbang TWA. Apalagi buat kamu yang suka tracking, inilah tempat yang jadi surga untukmu.

Kamu akan merasakan ketenangan dengan suasana hutan dan suara merdu penghuni hutan yang benar-benar menemanimu, di ataranya kupu-kupu indah, di sepanjang jalan menuju spot ini. perjalanan ini memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dan sampailah kamu di pantainya. Pantai Tunak Begitu sepi dan bersih. Diapit oleh dua bukit karang. Ombaknya besar selayaknya ombak yang berasal dari samudera Hindia. Batu karang di tengah-tengah laut akan tampak sangat indah.

Spot lain untuk menikmati lebih sempurna pemandangan yaitu di atas bukit, kamu bisa menggunakan sepeda atau mendaki. Siapkan tenanga ektra tentunya. Di atas bukit, kamu akan melihat perpaduan laut, dengan deretan bukit cantik. Dibentuk oleh Bukit Bungkulan, Kelor, Takar Akar, Penjanggik, dan Batu Jangak. Kamu juga akan melihat lekukan-lekukan teluk yang dibentuk tebing-tebing curam.

By Zahratul Wahdati

Kamu punya jiwa petualang dan penjelajah? Coba deh jelajahi salah satu hutan lindung yang luas sekitar 5 ribu hektar di Lombok. Namanya Hutan Seseot. Dijamin hutan ini akan membuat penjelajahanmu seru. Di hutan ini kamu akan menemukan 40 sumber mata air. Tak hanya itu, suasana tenang, dengan suara rileksasi dari alam yaitu dari hewan dan gesekan pepohonan yang ditiup angin akan membuatmu nyaman, tertram, dan senang.

Untuk menuju Hutan Lindung Seseot yang berlokasi di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat ini kamu bisa menggunakan mobil atau motor. Lebih baik agar lebih mudah dan tidak tersesat, kamu menggunakan agen wisata yang pasti akan mengantarmu ke tempat wisata Hutan Lindung Seseot.

Di Hutan Lindung Seseot, kamu bisa menemukan 40 sumber mata air. Sumber mata air ituu mengalir ke Kota Mataran dan Wilayah Lombok barat melalui Sungai Seseot, Sungai Tembiras, Sungai Lenek, Sungai Pemoto, Sungai Jangkuk, dan Sungai Selepang. Di Hutan Lindung Seseot kamu akan menemukan Sungai yang mengalir di tengah hutan ini. Namanya Sungai Aiq Nyet. Kamu pasti tergoda dengan airnya yang begitu jernih dan cukup dingin. Batu kali yang cukup besar mengiasi tepian air sungai menambah kecantikan sungai ini.

Kamu harus merasakan sensasi kesegaran dan ketenangan dari Sungai Aiq Nyet ini. Kamu mesti merendam atau berenang di sungai yang tak pernah kering meski musim kemarau menghadang. Apalagi, Sungai Aiq Nyet adalah salah satu sungai suci di Lombok karena airnya mengalir langsung dari Gunung Rinjani. Mitosnya air suci sungai ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Agar liburanmu semakin seru, kamu bisa mendirikan tenda, kamu juga bisa bermain aoutbound, dan tentu menjelajah hutan dan menemukan keanekaragaman tanaman dan hewannya. Semakin lama di hutan ini kamu akan merasa lebih releks dan masalah-masalah yang menganggumu akan lenyap seketika.

Jika kamu lapar, kamu bisa mencoba menikmati makanan kuliner khas Lombok yaitu ayam taliwang, sate bulayak, tumis kangkung, dan lain-lain di beberapa tenda lesehan di kawasan wisata ini.

Nah, untuk penginapan yang dekat di kawasan Kota Mataram. Dari pada jauh-jauh ke Mataram lebih baik kamu mendirikan tenda di Hutan Lindung Seseot dan menikmati malam kebersamaan dengan keluarga, sahabat, atau kekasihmu di suasana alam hutan ini. Pasti liburanmu menjadi semakin seru!

By Zahratul Wahdati

Indonesia memang unik karena memiliki ragam budaya. Ragam budaya inilah yang juga menjadi pondasi dari rumah adat setiap sukunya. Membuat setiap rumah adat memiliki bentuk sendiri-sendiri, termasuk rumah adat Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bentuk inilah yang menjadi ciri khas dan keunikan tersendiri dari rumah adat Suku Sasak. Kamu penasaran? Mari simak penjelasannya. sebelumnya bisa baca asal-usul rumah adat Sasak silahkan klik.

Bangunan rumah adat Suku Sasak memiliki beberapa bagian. Di bagian atapnya kamu akan melihat bentuknya seperti gunungan yang menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 sampai 2 meter dari permukaan tanah. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu yang disebut bedek. Rumah ini memiliki ukuran kecil dan tidak ada jendela.

Ruangan (rong) dibagi menjadi beberapa ruang  inan bale (ruang induk) meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem. Bale dalem ini tempat untuk menyimpan harta benda. Ruang bale dalem juga merupakan ruang untuk ibu melahirkan yang sekaligus ruang disembayangkannya jenazah sebelum dimakamkan.

  Jika kamu masuk ke ruang bale dalem, kamu akan melihat amben, dapur, dan sempare atau tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya yang terbuat dari bambu dengan ukuran 2×2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Di ruang bale dalem terdapat juga sesangkok atau ruang tamu dan pintu masuk dengan sistem sorong atau geser.

Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau atau kuda, getah, dan abu jerami.

Jika kamu melihat lebih teliti, kamu akan menemukan pola pembangunan yang menarik dari rumah adat Suku Sasak. Dalam membangun rumah, orang Sasak tidak hanya menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga, tetapi juga kebutuhan kelompok. Konsep inilah yang membuat perumahan adat Suku Sasak tampak teratur. Bentuk teratur inilah yang menggambar sebuah filosofi yaitu kehidupan harmoni penduduk setempat.

Di dalam komplek perumahan Sasak bangunan rumah-rumahnya terdiri dari berbagai macam. Antara lain bale tani, bale jajar, berugaq atau sekepat, sekenam, bale bonter, bale baleq bencingah, dan bale tajuk. Membicarakan tentang nama-nama bangunan ini sebernanya disesuaikan dengan fungsinya.

Rumah adat Suku Sasak menjadi warisan leluhur yang harus dilestarikan. Menjadi sebuah kekayaan budaya yang sangat dibanggakan rakyat Indonesia.

By Zahratul Wahdati

 

Lombok memang salah satu tempat populer untuk berburu sunset cantik, karena di setiap objek wisatanya memiliki panorama sunset yang berbeda dan menawan. Salah satu sunset terpopuler di Lombok yang harus kamu abadikan ada di Bukit Malimbu.

Lebih baik kamu datang ketika langit cerah, karena itu waktu yang sempurna untuk menikmati keistimewaan Bukit Malimbu. Di waktu langit cerah kamu bukan hanya akan melihat kecantikan sunset, tetapi juga dua gili populer yang dapat kamu lihat dari kejauhan. Gili itu adalah Gili Trawangan dan Gili Meno. Tak hanya itu, kamu juga akan melihat Gunung Agung dari kejauhan. Wah, sihir sunset Bukit Malimbu sungguh kuat bukan? Maka dari itu Bukit Malimbu menjadi salah satu objek wisata terpopuler di Lombok.

Bukit ini juga menjadi finish atau persinggahan untuk para komunitas sepeda dan bikers motor touring setelah menaklukkan tantangan menuju Bukit Malimbu. Ada dua titik yang bisa kamu pilih untuk melihat sunset.

Titik yang pertama ada di sisi bagian timur. Di sisi ini tidak ada besi pembatas seperti di titik pertama. Keistimewaan tempat ini adalah bukit yang lapang menyatu langsung dengan laut sehingga keren sekali untuk berfoto. Tempat ini lebih tinggi 6 meter dari jalan raya. Kamu bisa menemukan gazebo di puncak bukit ini. Untuk menyampai titik ini, kamu harus menaiki tangga di depan area parkir mobil.

Yang kedua ada sebelah timur, sebelah barat jalan raya. Di tempat ini kamu bisa berdiri di rest area sepanjang 150 meter, dengan lebar trotoar sekitar 2 meter. Di tempat ini, kamu akan menyaksikan sunset dari tebing setinggi 25 meter. Keistimewaan dari titik ini, kamu akan menemukan banyak semak dan kera-kera imut yang cari-cari perhatian kamu, biar kamu semakin baper. Eh?

Lebih baik kamu datang lebih awal. Enaknnya datang lebih awal, kamu akan mendapat pemandangan sebelum sunset menyapamu dan tentu sunset yang super indah. Kira-kira kamu harus datang sekitar jam 4 atau 5 sore. Sambil menikmati sunset yang romantis ini, kamu bisa sambil menyantap jagung bakar, rujak, makanan kecil, kelapa muda, dan sebagainya yang bisa kamu beli di tempat ini. Dan sebelum pulang, kamu jangan lupa membeli oleh-oleh yaitu cindermata seperti mutiara, kaos, dan lain-lain.

Letak bukit ini sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Mataram, sedangkan dari Pantai Senggigi sekitar 10 kilometer sebelah utara. Perjalanan yang harus kamu tempuh sekitar 30 menit dari pusat kota Mataram dengan kendaraan pribadi, melewati jalan yang cukup ektrim. Wih, seru dan menantang tentunya!

 By Zahratul Wahdati

1 2 3 4 5