+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com
+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com

Category

Budaya dan Sejarah

Kamu lagi liburan ke Lombok, tentu tidak boleh melewatkan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarga di rumah kan? Salah satu oleh-oleh kerajinan anyaman bambu, gerabah, dan yang tak kalah khasnya di Pulau Lombok adalah mutiara Lombok.

Membicarakan tentang mutiara. Kamu pasti tahu, mutiara bukan hanya menjadi perhiasan. Tetapi, mutiara menjadi salah satu bahan campuran beberapa kosmetik terkenal. Ya, itu karena mutiara memeliki banyak khasiat untuk mempercantik kulit.

Mutiara yang sering digunakan untuk mempercantik tampilanmu, bisa kamu beli di Lombok. Mutiara di Lombok ini sebagian besar merupakan mutiara yang dihasilkan dari budidaya kerang mutiara. Budidaya kerang mutiara ada dua media, yaitu media air tawar, sehingga mutiaranya disebut mutiara air tawar. Satunya adalah mutiara yang dibudidayakan di air laut yang disebut mutiara air laut. Mutiara laut kebanyakan di budidaya di daerah Sekotong dan juga daerah sekitar Gili.

Jadi kalau kamu ingin melihat dan membeli mutiara Lombok air laut kamu bisa mencarinya di sekitar Sekotong dan Gili. Tempat budidaya ini sangat berperan penting untuk masyarakat dan peningkatan ekonomi Pulau Lombok. Bukan hanya meningkatkan perekonomian pulau Lombok tetapi budidaya mutiara lombok juga sangat mendukung perkembangan teknologi juga.

Mutiara-mutiara cantik hasil budidaya itu, kemudian di jadikan perhiasan yang cantik. Seperti kalung, cicin, anting-anting, dan perhiasan lainnya. Melihat kecantikan perhiasan itu pasti matamu akan berbinar-binar. Jadi, siapkan uangmu untuk membelinya. Apalagi buat orang yang tersayang mutiara Lombok bisa kamu jadikan kado yang istimewa dan indah.

Daerah yang bisa kamu datangi sekitar daerah Sekarbile untuk melihat pembuatan perhiasan dari mutiara hitam. Di daerah Sekarbile kamu juga bisa melihat pengrajin emas dan perak. Tentu tidak hanya melihat pembuatannya, kamu juga harus membelinya. Di tempat ini kamu bisa membeli dengan harga yang beragam. Harga beragam itu tergantung dengan besar kecilnya mutiara dan kesulitan membuatnya. Lebih baik kamu melihat-melihat beberapa toko mutiara, agar kamu bisa memilih mutiara yang cocok untuk kamu. Dan tentu dengan harga penawaran yang sesuai juga dengan keinginanmu.

Jangan salah, produk mutiara Lombok ini sangat berkualitas. Sampai-sampai bukan hanya dijual di Lombok saja tapi juga diekspor ke mancanegara. Makanya jangan sampai kelewatan untuk membeli mutiara Lombok sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

By Zahratul Wahdati

Kamu berlibur ke Pulau Lombok, tentu sebelum pulang, walaupun aku tahu kamu nggak ingin pulang. Kamu jangan sampai kelewatan beli oleh-oleh khas Lombok di Desa Beleka. Apalagi, temen-temen di rumah pasti bakalan nagih oleh-oleh khas Lombok ketika kamu pulang ke rumah, kan?

Di Desa Beleka inilah salah satu pusat souvenir khas Lombok dan tertua di Lombok. Di desa ini, matamu bakalan berbinar-binar melihat berbagai pernak-pernik anyaman. Soalnya, hampir seluruh penduduk desa ini berprofesi sebagai pengrajin anyaman. Perlu kamu tahu juga, kerajinan anyaman di desa ini sudah turun termurun diwariskan jauh sebelum Pulau Lombok seterkenal ini. Bisa kamu bayangkan, betapa kerennya hasil anyaman di desa ini, kan?

Kerajinan anyaman ini bukan hanya terkenal di pasar lokal, loh! Tetapi kecantikan dan keunikan kerajinan anyaman khas Desa Beleka ini sudah dipasarkan hingga internasional.

Di Desa Baleka Lombok kamu akan menemukan berbagai souvenir yang terbuat dari anyaman. Anyaman ini sebagian besar berbahan dasar ketak (sejenis mendong) dan rotan. Kerajinan itu antara lain tas cantik, pernak-pernik dekorasi ruangan, hiasan dinding, perlatan rumah tangga, vas bunga, piring buah, dan masih banyak lagi. yang paling dicari oleh wisatawan adalah Cupu, yaitu sebuah wadah berbentuk bulat yang biasanya dipakai untuk menyimpan tembakau dalam upacara tradisional bendulang.

Cupu ini punya banyak kaitan dengan sejarah dan budaya masyarakat setempat. Cupu yang dalam bahasa sasak berarti bundar ini, menginpirasi para pengrajin untuk membuat aneka kerajinan berbentuk bulat. Jadi, kamu akan menemukan sebagian besar kerajinan di Desa Beleka berbentuk bulat. Selain itu, kamu juga jangan lupa membeli gendek, sebuah tas tradisional dari Pulau Lombok. Biar oleh-olehmu jadi lengkap.

Di Desa Beleka kamu bukan hanya bisa membeli oleh-oleh, tetapi kamu juga bisa melihat proses pembuatannya. Ada beberapa tips ketika kamu berbelanja di Desa Beleka. Yang pertama, jika kamu berkunjung ke rumah warga jangan menolak makanan atau minuman yang disajikan. Kedua, jangan lupa mengucapkan salam sebelum memasuki pekarangan rumah warga ketika akan melihat proses pembuatan kerajinan. Ketiga, menawarkan kira-kira sekitar 10% dari harga yang ditawarkan. Keempat, bawalah uang cash.

Sudah tidak sabar mengunjungi tempat ini? Kamu harus menempuh skitar 57 km dari kota mataram. Letak tempat ini berada di Desa Beleka, Kecamatan Praya, Lombok Tengah.  Rutenya adalah Cakranegara-Kediri-Praya-Batunyala-Mujur-Desa Ganti. Desa Beleka akan kamu temui sekitar 1,5 km dari Desa Ganti.

By Zahratul Wahdati

Rumah adat sasak Lombok memang unik. Bukan hanya dari bentuk rumah adatnya saja dan istilah rumah adat Sasak tetapi juga dalam peralatan untuk membuat bangunan, waktu pembangunan rumah, dan pemilihan tempat juga sangat diperhatikan dan unik. Sudah penasaran? Mari simak penjelasannya.

Mulai dari peralatan untuk membangun rumah. Dalam membangun rumah Sasak peralatan diambil dari alam seluruhnya. Unik bukan? Jadi tidak usah ke toko bangunan untuk mendapatkan peralatan tersebut, tetapi hanya perlu ke hutan. Peralatan yang harus disiapkan di antaranya: kayu-kayu penyangga, bambu, badek atau anyaman bambu untuk dinding, jerami dan alang-alang yang digunakan untuk membuat atap, kotoran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai, getah pohon kayu banten dan bajur, dan abu jerami digunakan untuk bahan campuran mengeraskan lantai.

Pemilihan waktu membangun rumah Sasak juga sangat diperhatikan, dihitung dengan cermat dari mulai waktu, hari, tanggal dan bulan yang baik. Ini karena rumah dalam kehidupan masyarakat Sasak memiliki fungsi yang penting. Mencari waktu yang tepat untuk membangun rumah, masyarakat Sasak berpedoman pada papan warige yang berasal dari Primbon Tapel Adam dan Tajul Muluq. Mencari waktu yang tepat biasanya adalah tugas pemimpin adat, karena tidak semua orang bisa membaca primbon.

Masyarakat Sasak di Lombok menyakini bulan ketiga dan bulan kedua belas penanggalan Sasak adalah waktu yang baik untuk memulai membangun rumah. Bulan tersebut adalah bulan Rabiul Awal dan Bulan Zulhijjah pada kalender islam. Menentukan hari baik juga berdasarkan nama orang yang akan membangun rumah. Kalau ada hari baik pasti ada hari paling dihidari atau pantangan untuk membangun rumah yaitu pada bulan Muharram dan bulan Ramadhan. Kedua bulan tersebut dipercaya masyarakat setempat, rumah yang dibangun cenderung mengundang malapetaka, misalnya penyakit, kebakara, sulit rezeki, dan sebagainnya.

Pemilihan Tempat juga sangat diperhatikan dalam membanggun rumah Sasak. Masyarakat Sasak sangat selektif dalam memilih lokasi tempat pendirian rumah. Ini karena mereka menyakini bahwa lokasi yang tidak tepat akan berakibat kurang baik kepada yang menempatinya. Lokasi-lokasi yang dianggap masyarakat sasak tidak baik untuk membuat rumah antara lain, di atas bekas perapian, bekas tempat pembuangan sampah, bekas sumur, dan pada posisi jalan tusuk sate atau susur gubug. Unikknya lagi, masyarakat Sasak tidak akan membangun rumah berlawanan arah dan ukurannya berbeda dengan rumah yang lebih dul ada. Menurut mereka, konsep tersebut merupakan perbuatan tabu (maliq-lengket).

By Zahratul Wahdati

Kamu punya jiwa petualang dan penjelajah? Coba deh jelajahi salah satu hutan lindung yang luas sekitar 5 ribu hektar di Lombok. Namanya Hutan Seseot. Dijamin hutan ini akan membuat penjelajahanmu seru. Di hutan ini kamu akan menemukan 40 sumber mata air. Tak hanya itu, suasana tenang, dengan suara rileksasi dari alam yaitu dari hewan dan gesekan pepohonan yang ditiup angin akan membuatmu nyaman, tertram, dan senang.

Untuk menuju Hutan Lindung Seseot yang berlokasi di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat ini kamu bisa menggunakan mobil atau motor. Lebih baik agar lebih mudah dan tidak tersesat, kamu menggunakan agen wisata yang pasti akan mengantarmu ke tempat wisata Hutan Lindung Seseot.

Di Hutan Lindung Seseot, kamu bisa menemukan 40 sumber mata air. Sumber mata air ituu mengalir ke Kota Mataran dan Wilayah Lombok barat melalui Sungai Seseot, Sungai Tembiras, Sungai Lenek, Sungai Pemoto, Sungai Jangkuk, dan Sungai Selepang. Di Hutan Lindung Seseot kamu akan menemukan Sungai yang mengalir di tengah hutan ini. Namanya Sungai Aiq Nyet. Kamu pasti tergoda dengan airnya yang begitu jernih dan cukup dingin. Batu kali yang cukup besar mengiasi tepian air sungai menambah kecantikan sungai ini.

Kamu harus merasakan sensasi kesegaran dan ketenangan dari Sungai Aiq Nyet ini. Kamu mesti merendam atau berenang di sungai yang tak pernah kering meski musim kemarau menghadang. Apalagi, Sungai Aiq Nyet adalah salah satu sungai suci di Lombok karena airnya mengalir langsung dari Gunung Rinjani. Mitosnya air suci sungai ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Agar liburanmu semakin seru, kamu bisa mendirikan tenda, kamu juga bisa bermain aoutbound, dan tentu menjelajah hutan dan menemukan keanekaragaman tanaman dan hewannya. Semakin lama di hutan ini kamu akan merasa lebih releks dan masalah-masalah yang menganggumu akan lenyap seketika.

Jika kamu lapar, kamu bisa mencoba menikmati makanan kuliner khas Lombok yaitu ayam taliwang, sate bulayak, tumis kangkung, dan lain-lain di beberapa tenda lesehan di kawasan wisata ini.

Nah, untuk penginapan yang dekat di kawasan Kota Mataram. Dari pada jauh-jauh ke Mataram lebih baik kamu mendirikan tenda di Hutan Lindung Seseot dan menikmati malam kebersamaan dengan keluarga, sahabat, atau kekasihmu di suasana alam hutan ini. Pasti liburanmu menjadi semakin seru!

By Zahratul Wahdati

Jika kamu liburan ke Lombok jangan sampai lupa membawa oleh-oleh khasnya. Salah satu oleh-ole khas yang terkenal adalah gerabah banyumulek.

Kamu bisa membeli gerabah manyumulek di Desa Banyumulek di Kabupaten Lombok Barat. Di desa inilah sentra kerajinan gerabah di Pulau Lombok. Apalagi, kualitas tanah liat atau tanah lempung di desa ini terkenal memiliki kualitas nomor satu di Pulau Lombok.

Di Desa Banyumulek kamu akan menemukan beberapa galeri dengan koleksi gerabah yang bervariasi dan lengkap. Tak hanya itu, kamu juga bisa belajar membuat gerabah langsung didampingi para pengrajin. Pasti liburanmu menjadi semakin seru. Walaupun tanganmu akan kotor oleh tanah liat tetapi pasti akan menjadi kenang-kenangan yang tak terlupakan dan tentu bisa kamu ceritakan kepada teman-temanmu di rumah.

Gerabah Banyumulek terkenal cantik. Kamu bisa menemukan gerabah-gerabah dengan nilai ekstetika tinggi. Berupa hiasan atau pajangan dengan warna-warna cantik dan beraneka bentuk, desain, dan ragam. Dari mulai dua dimensi ataupun tiga dimensi. Di antaranya ada selao (gentong), kekete atau sigon (wajan), kemek (periuk), ceret, tong sampah, guci, asbak rokok, dan lain-lain. Kamu juga bisa menemukan sauvernir-souvenir pernikahan yang lucu-lucu di sini.

Kamu benar-benar tidak boleh melewatkan melihat proses pembuatan gerabah banyumulek ataupun membeli gerabahnya. Sebab gerabah banyumulek terkenal sangat unik. Keunikan yang pertama, gerabah banyumulek masih tetap mempertahankan teknik pembakaran tradisional yaitu menggunakan jerami dan kayu bakar. Kedua, alat yang digunakan sangat sederhana, bahkan para pengrajin tidak menggunakan alat bantu mengukur diameter gerabah ini karena mereka sudah profesional.

Yang ketiga, gerabah banyumulek biasa dihiasi anyaman yang terbuat dari kayu sejenis rotan (ketak, ada juga dihias dengan pasir putih yang ditempel berbentuk motif tertentu. Motif yang lebih dominan adalah motif bunga. Keunikan yang keempat, kebanyakan pengrajin masih menggunakan pewarna alami seperti biji asam dan lainnya. Keunikan ke lima, ada model gerabah banyumulek yang unik dan tidak ada di tempat lain yaitu Kendi Maling. Keunikan yang terakhir, gerabah Banyumulek Lombok sudah dilengkapi dengan sertifikat non toxic jadi aman dipakai sebagai tempat menyajikan makanan dan minuman.

Dari banyak keunikan geraban banyumulek, masa kamu akan melewatkan untuk tidak membawanya pulang? Jadi, jangan lewatkan Desa Banyumulek menjadi salah satu tempat yang menjadi tempatmu singgah ketika berlibur di Lombok, ya!

By Zahratul Wahdati

Indonesia memang unik karena memiliki ragam budaya. Ragam budaya inilah yang juga menjadi pondasi dari rumah adat setiap sukunya. Membuat setiap rumah adat memiliki bentuk sendiri-sendiri, termasuk rumah adat Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bentuk inilah yang menjadi ciri khas dan keunikan tersendiri dari rumah adat Suku Sasak. Kamu penasaran? Mari simak penjelasannya. sebelumnya bisa baca asal-usul rumah adat Sasak silahkan klik.

Bangunan rumah adat Suku Sasak memiliki beberapa bagian. Di bagian atapnya kamu akan melihat bentuknya seperti gunungan yang menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 sampai 2 meter dari permukaan tanah. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu yang disebut bedek. Rumah ini memiliki ukuran kecil dan tidak ada jendela.

Ruangan (rong) dibagi menjadi beberapa ruang  inan bale (ruang induk) meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem. Bale dalem ini tempat untuk menyimpan harta benda. Ruang bale dalem juga merupakan ruang untuk ibu melahirkan yang sekaligus ruang disembayangkannya jenazah sebelum dimakamkan.

  Jika kamu masuk ke ruang bale dalem, kamu akan melihat amben, dapur, dan sempare atau tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya yang terbuat dari bambu dengan ukuran 2×2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Di ruang bale dalem terdapat juga sesangkok atau ruang tamu dan pintu masuk dengan sistem sorong atau geser.

Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau atau kuda, getah, dan abu jerami.

Jika kamu melihat lebih teliti, kamu akan menemukan pola pembangunan yang menarik dari rumah adat Suku Sasak. Dalam membangun rumah, orang Sasak tidak hanya menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga, tetapi juga kebutuhan kelompok. Konsep inilah yang membuat perumahan adat Suku Sasak tampak teratur. Bentuk teratur inilah yang menggambar sebuah filosofi yaitu kehidupan harmoni penduduk setempat.

Di dalam komplek perumahan Sasak bangunan rumah-rumahnya terdiri dari berbagai macam. Antara lain bale tani, bale jajar, berugaq atau sekepat, sekenam, bale bonter, bale baleq bencingah, dan bale tajuk. Membicarakan tentang nama-nama bangunan ini sebernanya disesuaikan dengan fungsinya.

Rumah adat Suku Sasak menjadi warisan leluhur yang harus dilestarikan. Menjadi sebuah kekayaan budaya yang sangat dibanggakan rakyat Indonesia.

By Zahratul Wahdati

 

Hei, traveler! Rumah adat Indonesia memang unik-unik, ya! Salah satu rumah adat yang unik adalah rumah Adat Suku Sasak.  Suku Sasak ini adalah suku asli dan suku mayoritas yang terdapat di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sistem budaya Suku Sasak bisa kamu lihat di kitab Nagara Kartha Gama karangan Empu Nala dari Majapahit. Kitab itulah yang merekam mengenai sisterm budaya Suku Sasak.

Dari kitab tersebut kamu bisa melihat sejak dulu sistem budaya Suku Sasak sudah mapan, suku ini memiliki kemampuan ntuk menjaga dan melestarikan tradisi yang dimilikinya. Kamu bisa melihat bukti kebudayaan Sasak yang masih lestari sampai sekarang yaitu dari bentuk bangunan rumah adatnya.

Kamu pasti tahu, rumah adalah bangunan yang memiliki posisi penting bagi manusia. Rumah adalah tempat keluarga berlindung baik secara fisik atau jasmani maupun rohani atau spritual. Sehingga, kalau kamu teliti setiap rumah tradisional atau adat, kamu akan menemukan rumah bukan hanya sebuah bangunan. Akan tetapi, dibangun dengan nilai estetika dan budaya lokal masyarakat masing-masing. Itu juga yang akan kamu temukan di rumah adat Suku Sasak.

Rumah tinggal Suku Sasak bukan hanya sebagai tempat tinggal, namun juga sebagai tempat penyelengaraan ritual adat dan ritual keagamaan.

Kamu pasti akan melihat, bagunan rumah adat suku Sasak sangat sederhana dan unik, namun syarat akan makna. Atap rumahnya terbuat dari jerami dan diding terbuat dari anyaman bambu yang disebut bedek. Yang paling unik adalah tanahnya yang menjadi lantai. Tanah ini adalah campuran tanah liat dan kotoran kerbau yang akan membuat lantai tanah mengeras seperti semen. Keunikan lantai ini diwarisi oleh nenek moyang Suku Sasak.

Rumah adat suku sasak ini juga unik karena kamu tidak akan menemukan paku. Padahal, seperti yang kamu tahu paku besi adalah material penting untuk membuat sebuah rumah. Rumah adat Suku Sasak ini seluruh bahannya menggunakan kayu dan bambu, untuk menyambng bagian-bagian kayu pondasi menggunakan paku yang terbuat dari bambu.

Makna yang terkandung dari rumah adat sasak sangat dalam. Bahwa rumah berada dalam dimensi sakral atau suci dan profan atau duniawi secara bersamaan. Artinya, rumah adat sasak disamping sebagai tempat berlindung dan berkumpul anggota keluarga juga menjadi tempat pelaksanaan ritual-ritual sakral.

Untuk melestarikan rumah adat Suku Sasak, para orangtua mengatakan pada anak-anaknya bahwa mereka harus membangun rumah seperti model yang sudah ada kalau tidak lebih baik keluar dari kampung tersebut. Memang kalo didengar perintah orangtua tersebut seperti memaksa, tetapi memaksa untuk kebaikan lebih baik bukan?

By Zahratul Wahdati

1 3 4 5