+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com
+6285338000050 +6282247117719 +62370-6173082 lombokclick@gmail.com

Category

Kerajinan Khas Lombok

Kamu pernah bermain gangsing? Sudahkah pernah melihat atau bahkan bermain gansing khas Lombok?  Di Lombok bermain gangsing biasa disebut begasingan. Begangsingan ini bukan hanya permainan, kamu juga akan melihat unsur seni dan olahraga dari pengasingan, sebuah permainan yang tua dari Suku Sasak.

Sekelumit mengenai mitologi begansingan. Begasingan ini berasal dari kata Gang yang berarti lokasi lahan atau lorong dan Sing yang berarti suara. Permainan ini harus dilakukan di tanah yang kosong, di mana saja yang terpenting tanah kosong.

Unsur seni dan olahraga dapat kamu lihat dari cerminan nuasa masyarakat yang berpegang teguh kepada petunjuk dan tidak melanggar petujuk, yaitu aturan yang berlaku dalam permainan tersebut. Ini mencerminkan sikap sportif. Tak hanya itu gangsingan juga mengedepanan rasa saling menghormati dan kebersamaan yang kuat ketika melaksanakan tujuan. Begansingan juga berdasar pada nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri permainan ini.

Begasingan ini biasa dimainkan kelompok. Bisa dimainkan oleh siapa saja dari berbagai jenjang umur baik muda atau tua. Untuk jumlah pemainnya pun akan dimusyawarakan dan sesuai kesepakatan kedua belah pihak di lapangan. Tentu kamu bisa mencoba untuk meinkan gansingan. Untuk pemula cukup sulit memang, tetapi cobalah beberapa kali dan meminta diajarkan oleh para pemain.

Sebelum bermain, kamu perlu untuk mengenal jenis dari gasing asal Lombok ini. Kamu akan menemukan gansing berukuran besar. Gansing berukuran besar ini bernama pematok khusus digunakan untuk memukul. Kamu juga akan menemukan gasing berukuran kecil. Gasing ukuran kecil ini bernama pelepas khusus untuk diputar atau dipasang untuk segera dipukul. Kamu bisa mencoba bermain kedua jenis gasing ini.

Gasing ini terbuat dari kayu asam dan besi pinggirannya dari besi baja kolaher yang dipande. Besi tersebut dirawat dengan memakai autosol setelah dibersihkan dengan amplas lebih dahulu. Jadi, ketika kamu berlibur ke lombok sempat dirimu untuk melihat para pemain bermain gasingan. Pasti liburanmu semakin berkesan.

Kamu jangan lupa untuk menyimpan kenanganmu bermain gansing dan kehebatan para pemain bermain gasing dengan memvidio atau memfoto. Jangan lupa vidio dan fotomu di share di media sosial agar semua bisa mengenal permainan khas Lombok yang satu ini. Dan semakin banyak yang akan tertarik untuk belajar dan melestarikan budaya khas Indonesia, salah satunya gasingan khas Lombok ini.

By Zahratul Wahdati

Kamu sudah pernah melihat pakaian adat Lombok? Kalau sudah pasti kamu sudah melihat ikat kepala dalam pakaian adat Lombok. Ikat kepala itu bernama Sapuk dan Jong. Sapuk adalah nama dari ikat kepala bagi laki-laki, sedangkan Jong merupakan ikat kepala bagi perempuan. Kedua ikat kepala tersebut bagi masyarakat adat Bayan, umumnya digunakan ketika ritual adat tertentu dan di tempat tertentu pula.

Jong digunakan oleh kaum perempuan pada acara sareat maulid adat. Tepatnya ketika menumbuk padi di rantok besar yang terbuat dari kayu seperti sampan. Kamu bisa melihat acara atau tradisi tersebut pada ritual maulid. Tepatnya di kampung Karang Bajo, Kampung Bayan Timur, Kampung Bayan Barat dan Kampung Loloan. Di Kecamatan Bayan Lombok kaum perempuan akan menggunakan jong yang lebih dikenal dengan nama nyesek. Nyesek ini dibuat secara khusus dan tradisional.

Kamu akan menemukan beberapa warna dalam Jong Bayan. Terdapat warna merah dan biru sesuai selera yang menggunakannya.  Ukuran Jong hany 50 cm. Bentuknya segitiga lancip. Kamu bisa membeli jong ini di beberapa pengrajin nyesek (setuk jajak bilang bale) di Bayan dengan harga yang terjangkau.

Penggunaan Sapuk berbeda-beda saat ritual adat dilaksanakan. Sapuk dengan ikatan di bagian depan kepala atau kening digunakan pada acara gawe urip. Sedangkan ikatan di bagian belakang kepala digunaakan saat gawe pati atau ritual kemarian. Di luar ritual tersebut, ikatan sapuk berada di depan seperti Nyongkolan, kecuali para Pemangku adat dan Kyai.

Kamu bisa melihat berbagai jenis sapuk. Jenis tersebut digunakan tergantung jabatan pemakainya dalam pranata adat. Sapuk berwarna biru dipercaya merupakan warna langit, simbol warna mengayomi setiap makluk hidup di bumi. Sehingga sapuk berwarna biru ini digunakan oleh para Perumbaq.

Sapuk berwarna putih akan dikenakan oleh para Kyai Adat dan Pemangku. Warna putih dari sapuk ini menyimbolkan kesucian dan kebersihan hati pemakainnya sebagai tokoh dan suritauladan bagi masyarakat adat.

Terdapat juga sapuk batik bewarna-warni. Sapuk inilah yang bisa kamu gunakan karena merupakan sapuk yang digunakan oleh masyarakat adat secara umum.  Sabuk batik bewarna-warni ini juga sebagai simbol masyarakat adat Bayan yang memiliki kehidupan bermacam-macam, baik pekerjaan maupun garis keturunan.

Sapuk dan jong adalah salah satu adat dan tradisi Pulau Lombok yang patut dilestarikan dan dijaga dengan baik. Jangan sampai tergerus oleh modernisasi.

By Zahratul Wahdati

Kamu mencari oleh-oleh khas Pulau Lombok? Kamu bisa membeli Gula Aren Desa Kakait Khas Lombok. Gula aren di Desa Kakait semanis kamu. Kamu tidak boleh melewatkan kemanisan gula aren ini.

Desa Kakait memang moyoritas penduduknya adalah petani dan pedagang.  Terdapat banyak sekali perkebunan pohon aren di Desa Kakait. Biasanya hasil kebun tersebut di jual ke pasar. Akan tetapi, jika kamu melewati jalan Desa Kakait kamu pasti akan menemukan para pedagang menjual hasil kebunnya di pinggir jalan. Kepopuleran air tuaknya biasanya menarik para pengendara untuk singgah dan menikmatinya. Kamu juga bisa menemukan kolang kaling dan tentu gula aren.

Kita fokus kepada kegunaan pohon aren untuk membuat gula aren khas Desa Kakait, ya! Untuk membuat gula aren, bunga jatan pohon enau dikumpulkan dahulu ke dalam sebuah cetakan bambu. Hal ini untuk mencegah nira mengalami peragian karena nira yang mengalami fermentasi tidak dapat digunakan untuk membuat gula aren. Makanya kegunaan bumbung bambu tersebut ditambah laru atau kawao berfungsi untuk pengawet alami.

Setelah jumlahnya kira-kira cukup, nira tersebut akan direbus di atas tunggu dengan wajan besar. Dalam memasakan ini, kayu untuk tunggu sangat diperhatikan. Kayu yang digunakan aren yang sudah tua. Hal ini dikarenakan kayu aren tua dapat mempercepat proses memasak. Meskipun memasak dengan kayu ini lebih cepat, namun membuat gula aren harus menggunakan api yang tidak terlalu besar. Karena jika menggunakan api besar gula akan hangus dan rasanya akan pahit, warnanya pun menjadi hitam.

Setelah gula aren menjadi pekat dan sulit atau berat ketika diaduk berarti gula aren sudah masak. Membuktikan gula aren sudah masak atau belum juga bisa dengan menciduk adonan dari wajan dan dituangkan kembali. Jika adukan akan putus. Kemudian jika adonan dituangkan ke dalam air ginggin, cairan tersebut akan membentuk benang dan tidak putus-putus, maka adonan sudah siap untuk dicetak.

Gula cair tersebut dicetak dalam batok-batok kelapa, kemudian setelah mengeras dikeluarkan dari cetakannya. Di Desa Kakait ini kamu tidak hanya bisa melihat proses pembuatan gula aren. Kamu juga bisa melihat masyarakat desa ini memanfaat pohon aren dengan berbagai cara. Kamu bisa melihat pembuatan kolang-kaling, kolang-kaling ini terbuat dari buah aren. Kamu juga bisa melihat pembuatan ijuk dari pohon enau yang dipintal menjadi tali.

Selamat menikmati gula aren yang super manis di Desa Kakait Lombok, ya!

By Zahratul Wahdati

Jalan-jalan ke Lombok, kamu jangan lupa pulang membawa oleh-oleh khasnya. Salah satu oleh-oleh khas dari Pulau Lombok adalah kerajinan Cukli. Kerajinan ini terbuat dari kayu dengan hiasan potongan kerang yang ditanam dalam kayu. Kamu bisa memilih dari mulai asbak, tempat tisu, kotak perhiasan, pigura, kursi, meja, lemari, bahkan tempat tidur.

Kerajinan unik dan cantik Cukli bisa kamu temui dengan mudah di Desa Lendang Re Lombok. di desa ini kamu tidak hanya bisa membeli cukli, kamu juga dapat melihat proses pembuatannya atau bahkan ikut membuatnya. Desa Lendang ini terletak sekitar 10 kilometer sebelah timur Mataram. Tepatnya di Desa Sayang Sayang, Kabupaten Lombok Barat. Waktu terbaik untuk berkunjung sekitar pukul 08.00 sampai 11.00 WITA. Untuk harga tiketnya gratis. Terdapat lahan parkir dan restoran.

Menuju Desa Lendang Re, jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, rutenya sebagai berikut: Jl. Pejanggil-Jl. Sultan Hasanusin-By pass. Lihat di sisi kanan jalan, kamu akan menemukan gapura besi sederhana bertuliskan selamat datang di sentra kerajinan Cukli Lendang Re. Kalau kamu binggung, kamu bisa bertanya kepada orang di jalan tentang keberadaan desa ini.

Di Desa ini kamu akan menemukan empat keluarga yang membuat kerajinan cukli. Dulu sebelum bom bali 1, semua keluarga di desa ini menggeluti kerajinan cukli, namun sekarang tinggal 4 keluarga saja. 4 keluarga ini rumahnya berdekatan jadi kamu lebih mudah untuk melihat proses pembuatan cukli.

Bahan-bahan pembuatan cukli adalah kayu mahoni, biasanya juga kayu jati tetapi harganya lebih mahal karena kayu jati harus didatangkan dari Jawa. Bahan lainnya seperti baham mentah kilit kerang didatangkan dari beberapa pulau lainnya seperti Bali, Pulau Sulawesi, dan Flores. Jadi bahan bakunya harus didatangkan dari luar pulau Lombok.

Di Desa ini kamu pasti antusias untuk melihat proses pembuatan cukli. Dimulai dari proses awal yaitu pemotongan kayu, kemudian berlanjut proses penyusunan potongan kayu, lalu pemotongan kulit kerang, penanaman kulit kerang, sampai proses finising berupa pemolesan, penghalusan, penghalusan, dan penyemiran.

Kamu juga bisa memesan cukli sesuai keinginanmu, dan dapat dikirim ke alamat kamu. Kamu juga bisa membeli cukli yang tersedia untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk orang-orang yang kamu sayangi di rumah.

Jangan lupa promosiin cukli kepada teman-teman mensosmu agar mereka jadi iri dan juga ingin membeli kerajinan cantik khas Lombok ini.

By Zahratul Wahdati

Liburan ke Lombok jangan lupa beli oleh-oleh khasnya. Salah satunya adalah Kain Tenun Desa Sukarara Lombok. Di desa yang letaknya di Kecamatan Jonggat, Lombok Utara ini, kamu akan mendapati moyaritas penduduknya mengoprasikan alat tenun. Dan Desa Sukarara memang menjadi destinasi liburan khususnya untuk kamu yang ingin mengenal lebih jauh budaya Lombok.

Di Desa Sukarara kamu akan melihat masyarakatnya asik dengan alat tenun sederhana. Alat tenun itu terbuat dari kayu dan cara pengoprasiaannya juga sederhana. Dari tangan-tangan terampil penduduk Desa Sukarara ini menghasilkan pakaian tradisional, taplak meja, selimut, dan selendang dengan motif-motif yang indah dan berkualitas. Kamu pasti akan terpesona melihat karya seni bernilai tinggi itu.

Di Desa Sukarara, dulu yang menenun hanya para wanita. Ini karena terdapat mitos kalau kaum pria mengerjakan tenunan makan pria itu akan mandul. Kemudian mitos itu mulai ditinggalkan karena kamu juga akan melihat para pria menenun di Desa Sukarara. Para pria mengerjakan tenunan ikat sedangkan wanita mengerjakan tenunan songket.

Bahan pembuatan kain tenun beberapa didatangkan dari Pulau Jawa seperti benang katun, nilon, sutra, benang perak, dan benang mersis. Nah, kalau bahan pewarna, kain tenun Lombok masih menggunakan bahan alami. Seperti kulit kayu mahoni, biji buah asam, daun sirih, dan kunyit.

Di Desa Sukarara, kamu akan menemukan berbagai jenis motif kain. Kamu bisa memilih motif yang kamu suka. Ada motif keker, serat penginang, cungklik, dan lain-lain. Yang paling disukai dan motif ikon Desa Sukarara adalah motif subahnala. Motif ini berasal dari kata subahanallah. Ini karena ketika para penenun menenun sering mengucapkan subahanallah. Ini merupakan motif dengan kesulitan tingkat tinggi sehingga memerlukan waktu cukup lama untuk membuatnya.

Untuk harganya, kamu bisa menemukan harga yang bervariasi. Mulai dari selendang dengan harga hanya Rp.25.000 saja sampai satu set pakaian tenun dengan harga jutaan. Kamu juga akan menemukan kain batik di sini dengan harga bervariasi juga.

Untuk mengunjungi tempat ini kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum. Ini jalur ketika kamu menggunakan kendaraan pribadi rutenya sebagai berikut Mataram-Cakaranegara-Kediri-Sukarara. Sedangkan jika kamu ingin menggunakan kendaraan umum, kamu bisa naik angkuran dengan jurusan Mataram-Bertais dengan membayar Rp. 3.000 dan melanjutkan perjalanan ke Desa Sukarara dengan menggunakan Cidomo dengan membayar Rp.5.000.

By Zahratul Wahdati

Ketika kamu berlibur ke Lombok, kamu pasti akan menemukan di sudut-sudut pulau ini beberapa topeng yang dijual sebagai merchandise. Jika kamu teliti, kamu akan menemukan topeng-topeng tersebut, yaitu topeng-topeng tersebut tidak memiliki ekpresi terlihat dingin. Kamu bisa membelinya dan melihat pembuatannya di Desa Labuapi Lombok.

Di Desa Labuapi kamu tidak hanya akan melihat pembuatan topeng saja, kamu juga akan melihat barang-barang seni tradisional lainnya. Seperti patung, tempat buah, baki, hiasan dinding, dan lain sebagainya. Barang-barang seni itu kebanyakan terbuat dari kayu, atau ada juga yang dikombinasikan dengan pecahan kulit kerang atau cukil. Tentu yang paling memikat adalah topeng tanpa ekspresi tersebut.

Pengrajin-pengerajin di desa ini sangat ramah kepada pengunjung. Mereka akan menyambutmu meskipun kamu hanya sekedar memotert karya mereka. Kamu bisa melihat keahlian mereka dalam memahat calon topeng, mengecat sampai selesai menjadi sebuah topeng khas Lombok.

Dulunya, topeng tanpa ekpresi ini terbuat dari kayu pohon mahogani. Namun karena pohon mahogani sulit didapatkan sekarang, bahan tersebut di ganti dengan pohon lainnya. Misalnya, pohon mangga, nangka, atau kelengkeng. Sedangkan untuk bahan lain seperti kerang atau cukil didatangkan dari desa penghasil cukil yaitu Desa Lendang Re.

Kamu pasti tidak akan rugi mengunjungi Desa Labuapi. Karena desa ini sudah menjadi sentra kerajinan topeng dan kerajianan kayu sejak tahun 1995. Kerajinan-kerajinan desa ini biasanya dipasarkan melalui kolega-kolega yang berada di Pulau Bali. Tak hanya itu kerajinan dari desa ini juga di eskspor ke luar negeri juga. Jadi, jangan sampai kamu tidak membeli kerajinan-kerajinan di desa ini sebagai oleh-oleh ataupun untuk mempercantik rumahmu.

Letak dari Pusat Kerajinan Kayu Desa Labuapi ini hanya 11 kilometer dari kota Mataram. Kamu bisa mengunjunginya dengan kendaraan pribadi. Menempuh jalur menuju Pelabuhan Lembar, kemudian kamu bisa menanyakan jalan menuju Desa Labuapi kepada penduduk setempat. Ini karena tanda jalan menuntunmu ke desa ini tidak ada.

Lebih baik kamu berkunjung pada pagi hari sebab para pengrajin biasanya mulai membuat kerajinan mereka di pagi hari. Kamu juga harus berkeliling, sehingga kamu akan bisa melihat setiap pengerajin membuat kerajinan berbeda-beda. Ketika kamu membeli, jangan ragu untuk menawar tentu dengan bahasa yang sopan. Memasuki kawasan ini kamu tidak dipungut biaya sedikit pun.  Jadi, tunggu apalagi siapkan diri untuk mengujungi Desa Labuapi ini.

By Zahratul Wahdati

Berlibur Ke Lombok? Tentu, kalau pulang tidak boleh melewatkan membawa buah tangan alias oleh-oleh khas Lombok. Sebenarnya banyak oleh-oleh khas lombok, tetapi ini tiga yang menjadi favorit pengunjung untuk dibawa pulang.

1. Gerabah Banyumulek Pemilik Nilai Ekstetika Tinggi

gerabah banyumulek

Di Desa Banyumulek kamu akan menemukan beberapa galeri dengan koleksi gerabah yang bervariasi dan lengkap. Tak hanya itu, kamu juga bisa belajar membuat gerabah langsung didampingi para pengrajin. Pasti liburanmu menjadi semakin seru. Walaupun tanganmu akan kotor oleh tanah liat tetapi pasti akan menjadi kenang-kenangan yang tak terlupakan dan tentu bisa kamu ceritakan kepada teman-temanmu di rumah.

Gerabah Banyumulek terkenal cantik. Kamu bisa menemukan gerabah-gerabah dengan nilai ekstetika tinggi. Berupa hiasan atau pajangan dengan warna-warna cantik dan beraneka bentuk, desain, dan ragam. Dari mulai dua dimensi ataupun tiga dimensi. Di antaranya ada selao (gentong), kekete atau sigon (wajan), kemek (periuk), ceret, tong sampah, guci, asbak rokok, dan lain-lain. Kamu juga bisa menemukan sauvernir-souvenir pernikahan yang lucu-lucu di sini. Info lebih lengkap bisa dibaca di artikel Gerabah Banyumulek.

2. Anyaman Desa Baleka yang Cantik

anyaman Khas Lombok

Di Desa Beleka inilah salah satu pusat souvenir khas Lombok dan tertua di Lombok. Di desa ini, matamu bakalan berbinar-binar melihat berbagai pernak-pernik anyaman. Soalnya, hampir seluruh penduduk desa ini berprofesi sebagai pengrajin anyaman. Perlu kamu tahu juga, kerajinan anyaman di desa ini sudah turun termurun diwariskan jauh sebelum Pulau Lombok seterkenal ini. Bisa kamu bayangkan, betapa kerennya hasil anyaman di desa ini, kan?

Di Desa Baleka Lombok kamu akan menemukan berbagai souvenir yang terbuat dari anyaman. Anyaman ini sebagian besar berbahan dasar ketak (sejenis mendong) dan rotan. Kerajinan itu antara lain tas cantik, pernak-pernik dekorasi ruangan, hiasan dinding, perlatan rumah tangga, vas bunga, piring buah, dan masih banyak lagi. yang paling dicari oleh wisatawan adalah Cupu, yaitu sebuah wadah berbentuk bulat yang biasanya dipakai untuk menyimpan tembakau dalam upacara tradisional bendulang. Info lebih lengkap bisa dibaca di artikel Anyaman Desa Baleka

3. Mutiara Lombok

mutiara-laut

Daerah yang bisa kamu datangi untuk menemukan Mutiara Lombok adalah sekitar daerah Sekarbile untuk melihat pembuatan perhiasan dari mutiara hitam. Di daerah Sekarbile kamu juga bisa melihat pengrajin emas dan perak. Tentu tidak hanya melihat pembuatannya, kamu juga harus membelinya. Di tempat ini kamu bisa membeli dengan harga yang beragam. Harga beragam itu tergantung dengan besar kecilnya mutiara dan kesulitan membuatnya. Lebih baik kamu melihat-melihat beberapa toko mutiara, agar kamu bisa memilih mutiara yang cocok untuk kamu. Dan tentu dengan harga penawaran yang sesuai juga dengan keinginanmu.

Jangan salah, produk mutiara Lombok ini sangat berkualitas. Sampai-sampai bukan hanya dijual di Lombok saja tapi juga diekspor ke mancanegara. Makanya jangan sampai kelewatan untuk membeli mutiara Lombok sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang. Untuk info lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel Mutiara Lombok.

By Zahratul Wahdati

Kamu suka dengan kain tenun kamu bisa mengunjungi Desa Pringgasela Lombok. Apalagi buat kamu yang suka mengoleksi kain-kain khas Indonesia, kamu bisa menambah koleksimu kain khas Lombok yaitu Tenun Desa Pringgasela Lombok.

Di desa ini kamu bisa berkeliling dan kamu akan menemukan wanita-wanita yang asik dengan alat tenun tradisional di depan rumah mereka. Kerajinan yang dihasilkan oleh mereka adalah kain tenun dan songket tenun.

Kamu juga akan menemukan salah satu bagian kebudayaan kearifan lokal Desa Pringgasela. Yaitu bagi seorang gadis di Desa Pringgasela, menenun merupakan kewajiban yang harus dikuasai. Karena sebelum menikah, seorang gadis harus membuat sebuah tenunan untuk calon suaminya nanti.selembar kain itu menjadi simbol cinta dan kepatuhan. Benar-benar budaya yang sangat manis, bukan?

  Di Desa Pringgasela kamu bisa belajar dari awal penenunan sampai jadi kain tenun. Dari mulai memintal benang, mengikat benang untuk mendapatkan motif, pewarnaan, hingga menenun. Wanita di Desa Pringgasela melakukan aktifitas menenun ketika pekerjaan rutin mereka di rumah selesai, jadi mereka memanfaatkan waktu luangnya untuk menenun.

Budaya tradisional akan kamu rasakan ketika wanita Desa Pringgasela sedang menenun. Dari mulai peralatan menenun yang masih sederhana, ada yang besar dan ada yang berukuran kecil. Nah, kalau untuk menghasilkan kain tenun ikat dibutuhkan alat tenun besar. Sedangkan untuk menghasilkan tenun songket biasanya menggunakan alat tenun berukuran kecil.

Untuk menghasilkan motif rumit biasanya peralatan tenun yang digunakan sekitar 15 alat. Kalau untuk proses pewarnaan, terasa sekali budaya mereka, karena mereka masih menggunakan pewarna alami. Perwarna tersebut dihasilkan dari dedaunan dan kayu-kayuan. Hal inilah yang menjadi keistimewaan tenun desa pringgasela sehingga menjadikan tenun tersebut sangat berkualitas. Tak heran, kain tenun Desa Pringgasela terkenal sampai ke luar Lombok.

Kecantikan kain tenun itu mencerminkan betapa sabarnya para wanita penenun, yang setia bersama alat tenunnya sekitar 3 minggu sampai 1 bulan untuk mengerjakan kain tenun tersebut. Kain tenun yang paling diminati dan pasti kamu juga akan berminat membelinya adalah kain tenun motif khas suku sasak. Seperti primitif, sarinadi, dongket sunda, dan songket lembe. Harga kain tenun ini bervariasi. Dari mulai Rp. 200.000 sampai jutaan.

Desa Pringgasela bisa kamu kunjungi sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Mataram, menempuh sekitar 54 kilometer menggunakan kendaraan pribadi. Rutenya sebagai berikut rute Mataram-Cakranegara-Narmada-Sedau-Mantang-Kopang-Terara-Sikur-Masbagik-Pringgasela. Kamu juga bisa naik angkutan dengan jurusan Mataram-Bertais (Rp. 3.000,- per orang). Kemudian dilanjutkan dengan jurusan Bertais-Masbagik (Rp. 10.000,- per orang).

By Zahratul Wahdati

Kamu lagi liburan ke Lombok, tentu tidak boleh melewatkan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarga di rumah kan? Salah satu oleh-oleh kerajinan anyaman bambu, gerabah, dan yang tak kalah khasnya di Pulau Lombok adalah mutiara Lombok.

Membicarakan tentang mutiara. Kamu pasti tahu, mutiara bukan hanya menjadi perhiasan. Tetapi, mutiara menjadi salah satu bahan campuran beberapa kosmetik terkenal. Ya, itu karena mutiara memeliki banyak khasiat untuk mempercantik kulit.

Mutiara yang sering digunakan untuk mempercantik tampilanmu, bisa kamu beli di Lombok. Mutiara di Lombok ini sebagian besar merupakan mutiara yang dihasilkan dari budidaya kerang mutiara. Budidaya kerang mutiara ada dua media, yaitu media air tawar, sehingga mutiaranya disebut mutiara air tawar. Satunya adalah mutiara yang dibudidayakan di air laut yang disebut mutiara air laut. Mutiara laut kebanyakan di budidaya di daerah Sekotong dan juga daerah sekitar Gili.

Jadi kalau kamu ingin melihat dan membeli mutiara Lombok air laut kamu bisa mencarinya di sekitar Sekotong dan Gili. Tempat budidaya ini sangat berperan penting untuk masyarakat dan peningkatan ekonomi Pulau Lombok. Bukan hanya meningkatkan perekonomian pulau Lombok tetapi budidaya mutiara lombok juga sangat mendukung perkembangan teknologi juga.

Mutiara-mutiara cantik hasil budidaya itu, kemudian di jadikan perhiasan yang cantik. Seperti kalung, cicin, anting-anting, dan perhiasan lainnya. Melihat kecantikan perhiasan itu pasti matamu akan berbinar-binar. Jadi, siapkan uangmu untuk membelinya. Apalagi buat orang yang tersayang mutiara Lombok bisa kamu jadikan kado yang istimewa dan indah.

Daerah yang bisa kamu datangi sekitar daerah Sekarbile untuk melihat pembuatan perhiasan dari mutiara hitam. Di daerah Sekarbile kamu juga bisa melihat pengrajin emas dan perak. Tentu tidak hanya melihat pembuatannya, kamu juga harus membelinya. Di tempat ini kamu bisa membeli dengan harga yang beragam. Harga beragam itu tergantung dengan besar kecilnya mutiara dan kesulitan membuatnya. Lebih baik kamu melihat-melihat beberapa toko mutiara, agar kamu bisa memilih mutiara yang cocok untuk kamu. Dan tentu dengan harga penawaran yang sesuai juga dengan keinginanmu.

Jangan salah, produk mutiara Lombok ini sangat berkualitas. Sampai-sampai bukan hanya dijual di Lombok saja tapi juga diekspor ke mancanegara. Makanya jangan sampai kelewatan untuk membeli mutiara Lombok sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

By Zahratul Wahdati

1 2