Tradisi Presean Lombok, Pertarungan Mana Yang Lebih Laki!
25 July 2016
Teluk Ekas Lombok Tempat Memulihkan Semangat Hidup
25 July 2016

Kecantikan Tenun Desa Pringgasela Lombok Bikin Jatuh Hati

Kamu suka dengan kain tenun kamu bisa mengunjungi Desa Pringgasela Lombok. Apalagi buat kamu yang suka mengoleksi kain-kain khas Indonesia, kamu bisa menambah koleksimu kain khas Lombok yaitu Tenun Desa Pringgasela Lombok.

Di desa ini kamu bisa berkeliling dan kamu akan menemukan wanita-wanita yang asik dengan alat tenun tradisional di depan rumah mereka. Kerajinan yang dihasilkan oleh mereka adalah kain tenun dan songket tenun.

Kamu juga akan menemukan salah satu bagian kebudayaan kearifan lokal Desa Pringgasela. Yaitu bagi seorang gadis di Desa Pringgasela, menenun merupakan kewajiban yang harus dikuasai. Karena sebelum menikah, seorang gadis harus membuat sebuah tenunan untuk calon suaminya nanti.selembar kain itu menjadi simbol cinta dan kepatuhan. Benar-benar budaya yang sangat manis, bukan?

  Di Desa Pringgasela kamu bisa belajar dari awal penenunan sampai jadi kain tenun. Dari mulai memintal benang, mengikat benang untuk mendapatkan motif, pewarnaan, hingga menenun. Wanita di Desa Pringgasela melakukan aktifitas menenun ketika pekerjaan rutin mereka di rumah selesai, jadi mereka memanfaatkan waktu luangnya untuk menenun.

Budaya tradisional akan kamu rasakan ketika wanita Desa Pringgasela sedang menenun. Dari mulai peralatan menenun yang masih sederhana, ada yang besar dan ada yang berukuran kecil. Nah, kalau untuk menghasilkan kain tenun ikat dibutuhkan alat tenun besar. Sedangkan untuk menghasilkan tenun songket biasanya menggunakan alat tenun berukuran kecil.

Untuk menghasilkan motif rumit biasanya peralatan tenun yang digunakan sekitar 15 alat. Kalau untuk proses pewarnaan, terasa sekali budaya mereka, karena mereka masih menggunakan pewarna alami. Perwarna tersebut dihasilkan dari dedaunan dan kayu-kayuan. Hal inilah yang menjadi keistimewaan tenun desa pringgasela sehingga menjadikan tenun tersebut sangat berkualitas. Tak heran, kain tenun Desa Pringgasela terkenal sampai ke luar Lombok.

Kecantikan kain tenun itu mencerminkan betapa sabarnya para wanita penenun, yang setia bersama alat tenunnya sekitar 3 minggu sampai 1 bulan untuk mengerjakan kain tenun tersebut. Kain tenun yang paling diminati dan pasti kamu juga akan berminat membelinya adalah kain tenun motif khas suku sasak. Seperti primitif, sarinadi, dongket sunda, dan songket lembe. Harga kain tenun ini bervariasi. Dari mulai Rp. 200.000 sampai jutaan.

Desa Pringgasela bisa kamu kunjungi sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Mataram, menempuh sekitar 54 kilometer menggunakan kendaraan pribadi. Rutenya sebagai berikut rute Mataram-Cakranegara-Narmada-Sedau-Mantang-Kopang-Terara-Sikur-Masbagik-Pringgasela. Kamu juga bisa naik angkutan dengan jurusan Mataram-Bertais (Rp. 3.000,- per orang). Kemudian dilanjutkan dengan jurusan Bertais-Masbagik (Rp. 10.000,- per orang).

By Zahratul Wahdati

1 Comment

  1. Dato' Raya bin Sharif says:

    Saya berminat untuk mengetahui kos 4D3N di Lombok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *