Sihir Sunset Bukit Malimbu Lombok Pasti Bikin Kamu Meleleh
11 July 2016
Oleh-oleh Khas Lombok Gerabah Banyumulek Pemilik Nilai Ekstetika Tinggi
15 July 2016

Mengenal Bentuk Rumah Adat Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat

Indonesia memang unik karena memiliki ragam budaya. Ragam budaya inilah yang juga menjadi pondasi dari rumah adat setiap sukunya. Membuat setiap rumah adat memiliki bentuk sendiri-sendiri, termasuk rumah adat Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bentuk inilah yang menjadi ciri khas dan keunikan tersendiri dari rumah adat Suku Sasak. Kamu penasaran? Mari simak penjelasannya. sebelumnya bisa baca asal-usul rumah adat Sasak silahkan klik.

Bangunan rumah adat Suku Sasak memiliki beberapa bagian. Di bagian atapnya kamu akan melihat bentuknya seperti gunungan yang menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 sampai 2 meter dari permukaan tanah. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu yang disebut bedek. Rumah ini memiliki ukuran kecil dan tidak ada jendela.

Ruangan (rong) dibagi menjadi beberapa ruang  inan bale (ruang induk) meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem. Bale dalem ini tempat untuk menyimpan harta benda. Ruang bale dalem juga merupakan ruang untuk ibu melahirkan yang sekaligus ruang disembayangkannya jenazah sebelum dimakamkan.

  Jika kamu masuk ke ruang bale dalem, kamu akan melihat amben, dapur, dan sempare atau tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya yang terbuat dari bambu dengan ukuran 2×2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Di ruang bale dalem terdapat juga sesangkok atau ruang tamu dan pintu masuk dengan sistem sorong atau geser.

Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau atau kuda, getah, dan abu jerami.

Jika kamu melihat lebih teliti, kamu akan menemukan pola pembangunan yang menarik dari rumah adat Suku Sasak. Dalam membangun rumah, orang Sasak tidak hanya menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga, tetapi juga kebutuhan kelompok. Konsep inilah yang membuat perumahan adat Suku Sasak tampak teratur. Bentuk teratur inilah yang menggambar sebuah filosofi yaitu kehidupan harmoni penduduk setempat.

Di dalam komplek perumahan Sasak bangunan rumah-rumahnya terdiri dari berbagai macam. Antara lain bale tani, bale jajar, berugaq atau sekepat, sekenam, bale bonter, bale baleq bencingah, dan bale tajuk. Membicarakan tentang nama-nama bangunan ini sebernanya disesuaikan dengan fungsinya.

Rumah adat Suku Sasak menjadi warisan leluhur yang harus dilestarikan. Menjadi sebuah kekayaan budaya yang sangat dibanggakan rakyat Indonesia.

By Zahratul Wahdati

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *