Mengenal Gong Suling Desa Lembusari Narmada
19 August 2016
Mengenal Musik Semprong Khas Suku Sasak Lombok
21 August 2016

Mengenal Kesenian Suling Dewa Bayan Khas Lombok dan Filosofinya

Suling Dewa Bayan

Kamu sudah membaca artikel tentang sejarah kesenian Suling Dewa, bukan? Kalau belum bisa klik ini sejarah kesenian Suling Dewa. Kesenian Suling Dewa merupakan kesenian dari pulau Lombok. Tepatnya berasal dari Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Suling dewa akan digelar ketika musim kemarau datang.

Dalam memainkan gending bao daya ini atau lebih dikenal dengan Kesnian Suling Dewa terdapat dua unsur. Pertama gamel atau peniup suruling dan kedua adalah jero gending atau sosok sinden dalam kebudayaan Jawa. Selain komposisi Bao Daya tersebut, masyarakat mempunyai beberapa komposisi lainnya. Misalnya, komposisi Putri Cina, Lembuneng Meloang, dan Lokok Sebie.

Kamu juga harus mengetahui filosofi yang terkandung di dalam Kesenian Suling Dewa. Filosofi yang sangat mendasar dan mulia. Alat musik ini menggambarkan wujud manusia. Hal ini karena jika seruling tidak diberikan hembusan napas, suling ini tidak akan berbunyi dan menghasilkan nada-nada indah. Begitu juga dengan manusia, bila Tuhan tidak memberikan roh dan hembusan napas, maka manusia tidak akan memiliki kehidupan.

Jika kamu perhatikan, di bagian ujung atas seruling dewa, kamu akan menemukan rongga tempat untuk meniup. Rongga itu dinamai Slepers. Yap, rongga inilah tempat untuk menghembuskan napas yang akan menghasilkan nada. Di badan suling, kamu akan menemukan enam lubang. Enam lubang ini dinamakan pengantep fungsinya untuk memainkan tangga nada.

Enam pengantep ini juga memiliki filosofinya, yang harus kamu tahu. Filosofinya adalah sebagai simbol indra yang dimiliki manusia. Suling Dewa ini adalah suling yang dikeramatkann oleh sebagian masyarakat Lombok Utara. Sehingga, seruling dewa langit tidak boleh dimainkan secara sembarangan. Hanya boleh dimainkan di saat tertentu, seperti pada saat prosesesi adat Gawe Alif, musim kemarau, atau selametan desa.

Memainkan suling Dewa juga harus melalui prosesi adat terlebih dulu. Jenis perelngkapan pun sudah menjadi peraturan mutlak yang tidak bisa dilanggar. Tetentuan tersebut berupa kepeng atau uang bolong sebanyak 44 buah, lekoq buaq, bantal, kemenyan, nyiur gending, dan bunga harus disiapkan terlebih dahulu.

Bukan hanya sebagai cara memanggil hujan, Suling Dewa ini juga diyakini oleh masyarakat sebagai pengobatan. Ketika digunakan dalam pengobatan, peniup suling akan mengalami kedewaan atau kesurupan. Kemudian, pihak yang sakit pun dipersilahkan untuk menyampaikan tujuan dan keinginannya. Selanjutnya, pasien akan diberikan wejangan untuk menyelesaikan masalahnya. Kamu mau mencoba pengobatan ini? Kamu bisa mendatangi Desa Bayan Lombok.

By Zahratul Wahdati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *