Mengenal Kesenian Suling Dewa Bayan Khas Lombok dan Filosofinya
20 August 2016
Mengenal Tari Gegerok Tandak Loloan Bayan
22 August 2016

Mengenal Musik Semprong Khas Suku Sasak Lombok

Musik Semprong

Kamu pasti sudah tahu masyarakat Pulau Lombok mayoritas merupakan suku Sasak. Sebuah suku yang memiliki banyak tradisi dan adat. Salah satunya adalah kesenian tradisonal, yang sayangnya keberadaannya terancam lenyap. Kesenian tersebut bernama Musik Semprong.

Kamu mungkin asing dengan kesenian satu ini. Sebuah kesenian unik yang mempergunakan bambu sebagai alat mussiknya. Dalam kesenian ini ada tiga alat musik utama yaitu semprong, suling, dan pengkelek hujan. semprong ini terdapat dua jenis. Yang satu berukuran besar berukuran datu meter lebih dan yan g satunya kecil sekitar 80 cm. Semprong besar terbuat dari bambu sentul yang berbuku panjang, sedangkan emprong kecil ini terbuat dari kayu selelo. Kedua jenis bambu ini terkenal menghasilkan nada yang sempurna.

Pengkelek hujan merupakan tamborin alat musik semprong. Bahan baku yaitu bambu.  Dari alat musik ini, kamu akan mendengar suara gemerincing yang dihasilkan bukan dari lempengan besi yang disatukan layaknya tamborin, tetapi dari tulang-tulang binatang  yang dimasukan ke dalam pengkelek hujan. Tulang hewan tersebut seperti buaya, macan, ikan hiu, dan berbagai tulang binatang buas lainnya. Menakjubkan, bukan? Tulang-tulang hewan buas itu dipercaya sebagai mantra penyampaian pesan ke langit agar hujan turun. Ya, masyarakat Sasak zaman dahulu memainkan musik semprong sebagai alat pemanggil hujan sampai sekarang.

Mendengar nada semprongan dan menyimak setiap alunan nadanya, imajinasi kamu akan berkelana menyusuri ruang dan waktu. Seakan-akan kamu sedang menikmati suasana hutan dan suara orkesta alam yang menakjubkan. Imajinasimu pun akan dibawa ke lautan, mendengar suara deru ombak, kemudian kembali ke suasana tenang dan bersahaja dari sebuah desa. Imajinasi tersebut hadir karena musik semprong merupakan nada penghormatan pada alam, seperti suara ombak, pemujaan, binatang, dan suara alam lainnya.

Memainkan alat musik Semprong memang mudah. Akan tetapi nada visualisasi alam itulah yang membuat musik semprong hanya bisa dimainkan oleh orang-orang yang piawai. Tidak sembarangan orang bisa menghadirkan visualisasi alam tersebut. Alat musik semprong yang memiliki nada bass harus ditiup dengan menggunakan rongga diafragma atau napas dada dan tenggorokan, sehingga dapat menciptakan keharmonisan dengan alat laiinya yaitu suling dan pengkelek hujan.

Hal ini menjadikan musik semprong kesulitan dalam regenerasi. Namun jika kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sabar untuk menjalani prosesnya, kamu pasti dapat membentuk visualisasi tersebut. Yuk belajar musik semprong asal Lombok ini!

By Zahratul Wahdati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *