TWA Gunung Tunak Lombok Cantiknya Gak Bisa Didustakan
15 July 2016
Berlibur di Lombok, Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh di Desa Beleka
15 July 2016

Mengenal Peralatan, Waktu, dan Pemilihan Tempat Rumah Adat Sasak Lombok

Rumah adat sasak Lombok memang unik. Bukan hanya dari bentuk rumah adatnya saja dan istilah rumah adat Sasak tetapi juga dalam peralatan untuk membuat bangunan, waktu pembangunan rumah, dan pemilihan tempat juga sangat diperhatikan dan unik. Sudah penasaran? Mari simak penjelasannya.

Mulai dari peralatan untuk membangun rumah. Dalam membangun rumah Sasak peralatan diambil dari alam seluruhnya. Unik bukan? Jadi tidak usah ke toko bangunan untuk mendapatkan peralatan tersebut, tetapi hanya perlu ke hutan. Peralatan yang harus disiapkan di antaranya: kayu-kayu penyangga, bambu, badek atau anyaman bambu untuk dinding, jerami dan alang-alang yang digunakan untuk membuat atap, kotoran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai, getah pohon kayu banten dan bajur, dan abu jerami digunakan untuk bahan campuran mengeraskan lantai.

Pemilihan waktu membangun rumah Sasak juga sangat diperhatikan, dihitung dengan cermat dari mulai waktu, hari, tanggal dan bulan yang baik. Ini karena rumah dalam kehidupan masyarakat Sasak memiliki fungsi yang penting. Mencari waktu yang tepat untuk membangun rumah, masyarakat Sasak berpedoman pada papan warige yang berasal dari Primbon Tapel Adam dan Tajul Muluq. Mencari waktu yang tepat biasanya adalah tugas pemimpin adat, karena tidak semua orang bisa membaca primbon.

Masyarakat Sasak di Lombok menyakini bulan ketiga dan bulan kedua belas penanggalan Sasak adalah waktu yang baik untuk memulai membangun rumah. Bulan tersebut adalah bulan Rabiul Awal dan Bulan Zulhijjah pada kalender islam. Menentukan hari baik juga berdasarkan nama orang yang akan membangun rumah. Kalau ada hari baik pasti ada hari paling dihidari atau pantangan untuk membangun rumah yaitu pada bulan Muharram dan bulan Ramadhan. Kedua bulan tersebut dipercaya masyarakat setempat, rumah yang dibangun cenderung mengundang malapetaka, misalnya penyakit, kebakara, sulit rezeki, dan sebagainnya.

Pemilihan Tempat juga sangat diperhatikan dalam membanggun rumah Sasak. Masyarakat Sasak sangat selektif dalam memilih lokasi tempat pendirian rumah. Ini karena mereka menyakini bahwa lokasi yang tidak tepat akan berakibat kurang baik kepada yang menempatinya. Lokasi-lokasi yang dianggap masyarakat sasak tidak baik untuk membuat rumah antara lain, di atas bekas perapian, bekas tempat pembuangan sampah, bekas sumur, dan pada posisi jalan tusuk sate atau susur gubug. Unikknya lagi, masyarakat Sasak tidak akan membangun rumah berlawanan arah dan ukurannya berbeda dengan rumah yang lebih dul ada. Menurut mereka, konsep tersebut merupakan perbuatan tabu (maliq-lengket).

By Zahratul Wahdati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *