Pantai Mawun Lombok Pantai Tersembunyi yang Menyimpan Surga
31 July 2016
Gili Kondo Lombok, Keindahanya Super Istimewa
14 August 2016

Rasakan 3 Suasana Unik di Pura Taman Mayura Lombok

Ingin mencoba tempat liburan unik di Lombok? Coba, deh datang ke Pura Taman Mayura Lombok. Kamu akan menemukan 3 suasana unik, yaitu suasana alam yang super asri, suasana religius, serta suasana sejarah. Lengkap bukan?

Nama Pura Mayura diambil dari bahasa Sangsekerta yang artinya “burung merak”. Alasan pemberian nama burung merak karena dulu keberadaan burung merak sangat membantu masyarakat setempat untuk mengusir ular-ular yang banyak berkeliaran dan meresahkan masyarakat yang hendak berdoa di pura. Sehingga, beberapa penasehat menyarankan untuk berternak burung merak, dan dipelihara di sekitar pura. Karena jasa burung merak tersebut maka nama pura ini Mayura.

Awalnya nama Pura yang dibangun Raja A.A Made Karangasem sekitar tahun 1744 ini bukan Mayura tetapi Taman Kelepug. Nama Mayura dipakai sekitar tahun 1866 ketika taman ini direnovasi oleh A.A Ngurah Karangasem.

Kamu pasti akan takjub ketika masuk ke Taman Mayura. Melihat taman yang tertata rapi dan indah. Kamu akan merasakan kedamaian yang menyejukan hati. Kamu juga akan melihat pohon-pohon manggis memagari sekeliling taman. Rumput hijau yang terawat sangat indah untuk ditatap. Kamu juga akan menemukan sebuah kolam dengan bangunan di tengah-tengahnya. Bangunan tersebut disebut Rat Kerte atau Gili (pulau kecil dari bahasa sasak).

Kamu jangan sampai melewatkan komplek pura yang berada di hulu kolam. Banyak pengunjung yang melewatkan komplek tersebut karena terlalu asik dengan luasnya taman ini. padahal, komplek tersebutlah tempat roh-roh dari area Mayura berada.

Ketika kamu menginjak komplek pura, kamu akan menemukan empat pura utama: Pura Rinjani, Pura Ngelurah, Pura Padmasana, dan Pura Gedong. Meski pura indentik dengan umat hindu, kamu bisa kok masuk dan melihat-lihat pura ini. Pura ini dibuka kecuali ditutup pada waktu-waktu tertentu saja.  Seperti saat perayaan Galungan, perayaan Kuningan, serta hari raya umat Hindu lainnya.

Kamu tidak boleh melewat objek wisata yang dekat dari pusat kota Mataram ini. Cukup 15 menit saja dari pusat kota. Letaknya di daerah Cakranegara, Mataram. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi, dari perempatan Cakranegara hanya 500 meter letak pura ini. Kamu juga bisa menggunakan angkutan umum berwarna kuning menuju ke arah Timur. Biayanya hanya Rp. 5.000 per orang.

Di pura ini, kamu harus memakai pakaian yang sopan serta selendang yang diikat ke pinggang, tidak merokok atau makan di area pura. Datanglah pada pagi hari, karena pada siang hari beberapa tempat sudah tutup. Harga tiketnya Rp. 2.500 per orang.

By Zahratul Wahdati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *