Lombok Package 2 Day 1 Night (Opsi A)
15 May 2016
Tradisi Perang Topat Kerukunan Beragama Pulau Lombok
17 May 2016

Tradisi Menculik Anak Gadis Suku Sasak Lombok

Share :
[easy-social-share]

Tradisi Menculik Anak Gadis Suku Sasak Lombok

Tradisi unik suku sasak Lombok sampai saat ini masih dijalankan oleh Terune Dedare (pemuda pemudi) Lombok, tradisi unik di Lombok adalah pada saat terune (pemuda) menculik dedare (pemudi), Mendengar Kata menculik pasti terdengar negatif, aneh dan sedikit kasar, tapi  di lombok sudah biasa terjadi karena menculik anak gadis atau dedare adalah budaya dan adat menikah di Lombok.

Merarik tradisi lombok

Merarik Tradisi Lombok

Budaya dan tradisi culik menculik di Lombok biasanya disebut “merarik” yaitu melarikan anak gadis atau  dedare, proses ini biasanya dilakukan terlebih dahulu sebelum mereka menikah oleh sepasan terune dedare Lombok, pasangan ini biasanya menjalankan hubungan pacaran dan berjanji untuk menikah, setelah mereka sepakat untuk menikah, mereka akan berjanji untuk melarikan diri dari orang tua sang gadis, perjanjian itu adalah rahasia mereka berdua, jika rahasia itu bocor maka biasanya pihak keluarga sang gadis akan menjaga supaya tidak diculik oleh pacarnya. Setelah sang gadis berhasil diculik, pemuda akan membawa sang gadis ke rumah keluarganya untuk disembunyikan dan sehari setelah itu keluarga pemuda akan menjemput calon pengantin untuk dibawa pulang kerumah pemuda tersebut.

Peroses berikutnya adalah sejati selabar atau proses comfirmasi ke keluarga sang gadis bahwa pemuda A menculik anak gadis tadi malam. Setelah proses ini berjalan biasanya keluarga pemuda akan meminta wali untuk menikahkan calon pengantin tersebut dan keluarga perempuanpun akan meminta pelakot atau penyerah biasanya dalam bentuk uang dan ada tawar menawar. Setelah kedua keluarga sepakat barulah mereka dinikahkan.

Kawin Lari Lombok

Kawin Lari Lombok

Untuk proses terakhir adalah nyongkolan (pengantin yang diarak) proses ini melibatkan semua keluarga, tetangga dan kerabat untuk mengiringi sang pengantin menggunakan pakaian adat sasak dan diiringi alat musik tradisional Lombok yaitu gendang belek dari rumah pemuda ke rumah perempuan, di rumah pengantin wanita keluarga, kerabat dan tetangga pun ikut menyanbut arak arakan kedua pengantin dan di rumah pengantin wanita disediakan dekor pasangan pengantin untuk di jadikan tempat berfoto dan sungkeman pengantin laki-laki kepada orang tua perempuan. Kemudian pasangan pengantin dan rombongan balik ke rumah laki-laki.

Setelah semua proses adat selesai kedua keluarga akan mengadakan pertemuan lagi di rumah keluarga perempuan secara kekeluargaan untuk bersilaturahmi agar hubungan kedua keluaraga semakin erat. Proses ini dinamakan proses “sempalik lampak nae”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *