Ayo Kenalan dengan Suku Sasak dari Lombok!
16 July 2016
Kecantikan Tenun Desa Pringgasela Lombok Bikin Jatuh Hati
25 July 2016

Tradisi Presean Lombok, Pertarungan Mana Yang Lebih Laki!

Tradisi di Lombok memang unik-unik, ada tradisi pernikahan yaitu kawin culik atau kawin lari, dan ada lagi Tradisi Presean Lombok yang tak kalah unik. Tradisi Presean ini tempatnya kamu wahai para lelaki untuk adu mana yang lebih laki?

Tradisi Presenan ini bisa jadi salah satu keunikan Lombok yang bisa kamu lihat. Tradisi ini merupakan tradisi yang dilakukan oleh pemuda Lombok atau suku Sasak sebagai bentuk persembahan untuk menyambut tamu dan jadi bagian dalam aneka festival dan acara.

Sekilas tentang awal mula tradisi presean. Dulu saat Lombok masih berbentuk kerjaan, presean merupakan cara memilih prajurit tangguh di Lombok. Sebelum diterima jadi prajurit, meraka akan diadu ketangkasan dulu atau upacara adat dari luapan emosi para prajurit kerajaan sehabis menagalahkan lawan di medan perang.

Walaupun tradisi presenan akan membuatmu cukup ngeri karena berbau unsur kekerasan. Jadi awalnya, petarung atau disebut pepadu tidak disiapkan. Pepadu dipilih oleh Pakembar atau wasit dalam petarungan presean ini. Pepadu ini bisa saja kamu, karena pepadu dipilih dari penonton. Tapi tenang saja, kalau nyalimu masih labil kamu bisa menolah ketika dipilih oleh pakembat. Namun kalau kamu bersedia, kamu akan mengenakan kain tradisional dengan udeng dan bertelanjang dada. Kamu akan diberikan pecutan dari rotan dan perisai pelindung yang terbuat dari kulit kerbau tebal yang disebut ende.

Kamu atau pepadu lain akan bertarung di tengah lingkaran penonton atau manusia. Pertarungan ini akan dipimpin oleh dua pakembar, pakembar sedi atau wasit yang berada di pinggir lapangan dan pakembar tengaq yang berada di tengah lapangan. Pertarungan akan dilakukan beberapa ronde sesuai aturan yang diberikan pakembar. Untuk menentukan pemenang ada dua cara yaitu ketika salah satu dari anggota badan pepadu berdarah, maka pertarungan dianggap selesai, dan pepadu yang tidak mengeluarkan darah menjadi  pemenang. Dan yang kedua apabila pepadu bisa sama-sama bertahan dalam beberapa ronde, pemenang ditentukan berdasakan nilai tertinggi selama bertarungan dilaksanakan oleh pakembar sedi.

Kamu juga akan mendengar musik yang mengiringi tradisi ini yang disebut dendang presean. Musik ini ada tiga macam, ada yang dibunyikan ketika pakembar mencari pepadu, ada musik yang menjadi tanda kalau dua pepadu sudah siap, dan yang ketiga musik yang membangkitkan semangat perarungan.

Walaupun unsur kekarasan terasa, namun sebenernya filosofi tradisi ini untuk menyambung silahturahmi, persahabatan, dan sportifitas. Para pepadu tidak akan menaruh dendam karena tradisi ini tidak mencari lawan melainkan saudara.

By Zahratul Wahdati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *