Keunikan Topeng Kayu Labuapi Lombok

Ketika kamu berlibur ke Lombok, kamu pasti akan menemukan di sudut-sudut pulau ini beberapa topeng yang dijual sebagai merchandise. Jika kamu teliti, kamu akan menemukan topeng-topeng tersebut, yaitu topeng-topeng tersebut tidak memiliki ekpresi terlihat dingin. Kamu bisa membelinya dan melihat pembuatannya di Desa Labuapi Lombok.

Di Desa Labuapi kamu tidak hanya akan melihat pembuatan topeng saja, kamu juga akan melihat barang-barang seni tradisional lainnya. Seperti patung, tempat buah, baki, hiasan dinding, dan lain sebagainya. Barang-barang seni itu kebanyakan terbuat dari kayu, atau ada juga yang dikombinasikan dengan pecahan kulit kerang atau cukil. Tentu yang paling memikat adalah topeng tanpa ekspresi tersebut.

Pengrajin-pengerajin di desa ini sangat ramah kepada pengunjung. Mereka akan menyambutmu meskipun kamu hanya sekedar memotert karya mereka. Kamu bisa melihat keahlian mereka dalam memahat calon topeng, mengecat sampai selesai menjadi sebuah topeng khas Lombok.

Dulunya, topeng tanpa ekpresi ini terbuat dari kayu pohon mahogani. Namun karena pohon mahogani sulit didapatkan sekarang, bahan tersebut di ganti dengan pohon lainnya. Misalnya, pohon mangga, nangka, atau kelengkeng. Sedangkan untuk bahan lain seperti kerang atau cukil didatangkan dari desa penghasil cukil yaitu Desa Lendang Re.

Kamu pasti tidak akan rugi mengunjungi Desa Labuapi. Karena desa ini sudah menjadi sentra kerajinan topeng dan kerajianan kayu sejak tahun 1995. Kerajinan-kerajinan desa ini biasanya dipasarkan melalui kolega-kolega yang berada di Pulau Bali. Tak hanya itu kerajinan dari desa ini juga di eskspor ke luar negeri juga. Jadi, jangan sampai kamu tidak membeli kerajinan-kerajinan di desa ini sebagai oleh-oleh ataupun untuk mempercantik rumahmu.

Letak dari Pusat Kerajinan Kayu Desa Labuapi ini hanya 11 kilometer dari kota Mataram. Kamu bisa mengunjunginya dengan kendaraan pribadi. Menempuh jalur menuju Pelabuhan Lembar, kemudian kamu bisa menanyakan jalan menuju Desa Labuapi kepada penduduk setempat. Ini karena tanda jalan menuntunmu ke desa ini tidak ada.

Lebih baik kamu berkunjung pada pagi hari sebab para pengrajin biasanya mulai membuat kerajinan mereka di pagi hari. Kamu juga harus berkeliling, sehingga kamu akan bisa melihat setiap pengerajin membuat kerajinan berbeda-beda. Ketika kamu membeli, jangan ragu untuk menawar tentu dengan bahasa yang sopan. Memasuki kawasan ini kamu tidak dipungut biaya sedikit pun.  Jadi, tunggu apalagi siapkan diri untuk mengujungi Desa Labuapi ini.

By Zahratul Wahdati

Yuk Bagikan :

FOLLOW US ON INSTAGRAM @WISATA_LOMBOK